Kemenhub Terima Laporan Kecelakaan Helikopter Water Bombing di Sungai Barito, Kalimantan Selatan

Humas DJPU
Minggu, 08 November 2026
138 kali dilihat
Gambar Artikel Kemenhub Terima Laporan Kecelakaan Helikopter Water Bombing di Sungai Barito, Kalimantan Selatan

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), telah menerima laporan sementara terkait kecelakaan helikopter jenis Eurocopter EC225LP Super Puma II+ (Airbus Helicopters H225) dengan registrasi VH-HGM yang dioperasikan untuk mendukung misi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Sungai Barito, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026).

 

Berdasarkan informasi awal yang diterima, pada pukul 11.56 WIB, helikopter tersebut mengalami kecelakaan saat melakukan pengambilan air untuk kegiatan _water bombing_ di wilayah Sungai Barito, Banjarmasin. Helikopter dilaporkan membawa tiga personel, terdiri atas dua pilot dan satu Helicopter Landing Officer (HLO). Dua pilot dilaporkan selamat, sementara satu personel HLO hingga saat ini masih dalam proses pencarian.

 

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara dan Otoritas Bandar Udara Wilayah III terus berkoordinasi dengan pihak operator, BNPB, serta instansi terkait lainnya untuk mendukung penanganan kejadian dan memperoleh informasi terkini, khususnya terkait proses pencarian personel yang belum ditemukan.

 

“Prioritas utama kami saat ini adalah memastikan penanganan kejadian berjalan dengan baik, khususnya mendukung upaya pencarian terhadap satu personel yang belum ditemukan. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait, sekaligus menyiapkan langkah pemeriksaan awal dari aspek kelaikudaraan dan pengoperasian pesawat udara,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa.

Selanjutnya, Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara akan melakukan pengumpulan data dan informasi teknis sebagai bagian dari langkah pemeriksaan awal sesuai dengan kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

 

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Otoritas Bandar Udara Wilayah III akan terus memantau perkembangan penanganan kejadian dan menyampaikan informasi lebih lanjut berdasarkan data serta hasil koordinasi yang telah terverifikasi.
 
*) Untuk pernyataan ini, rekan media dapat menggunakan kutipan narasumber Lukman F. Laisa, Direktur Jenderal Perhubungan Udara. (NF/RA/NR)

Bagikan Berita Ini

Pencarian

Sistem Manajemen Pengaduan Kementerian Perhubungan (SIMADU)
Gambar Sistem Manajemen Pengaduan Kementerian Perhubungan (SIMADU)
Sistem Pelaporan Sukarela (Voluntary Reporting System) Kementerian Perhubungan (VRS)

Merupakan Sistem Database Keselamatan Penerbangan Nasional untuk mendukung Program Keselamatan Penerbangan Nasional / State Safety Programme (SSP) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Aksesibilitas

Ukuran Teks

100%

Kontras & Warna

Fitur Tambahan