Indonesia for the ICAO Council

Asta Cita Presiden 1
Asta Cita Presiden 2
17.000+
Bridge Builder
2045
Proven Commitment
12×
80+
2012

Pemerintah Republik Indonesia dengan bangga menyampaikan pencalonannya untuk Dewan ICAO di bawah Bagian III pada Sesi Luar Biasa Majelis ke-43.

Terletak di antara Pasifik dan Samudra Hindia, jaringan penerbangan Indonesia berkontribusi secara signifikan terhadap konektivitas regional dan internasional. Melayani lebih dari 250 bandara, lebih dari 300 rute domestik dan internasional, lebih dari 100 juta penumpang per tahun, lebih dari 1,8 juta pergerakan penerbangan per tahun dan mengelola ruang udara seluas kurang lebih 7,7 juta kilometer persegi. Penerbangan sipil juga memainkan peran penting dalam memastikan konektivitas nasional, pembangunan ekonomi, dan kohesi sosial karena menghubungkan lebih dari 280 juta orang di lebih dari 17.000 pulau.

Indonesia diproyeksikan menjadi pasar lalu lintas udara terbesar keempat pada tahun 2050. Sebagai salah satu pasar penerbangan dengan pertumbuhan terbesar di dunia, Indonesia menawarkan perspektif unik yang dibentuk oleh keharusan menghubungkan komunitas yang tersebar secara geografis, mendorong pembangunan ekonomi dan kapasitas, kepatuhan terhadap standar internasional, dan memperkuat kerja sama internasional. Indonesia berupaya membawa suara dan pengalaman Negara-negara kepulauan, berkembang, dan beragam secara geografis ke Dewan sambil berkontribusi secara konstruktif terhadap kemajuan penerbangan sipil global.

Dipandu oleh visi "Menghubungkan Kawasan, Memperkuat Penerbangan Global" , Indonesia berupaya berkontribusi pada Dewan yang mempromosikan dialog dan kerja sama antar kawasan, mendukung penerapan kebijakan ICAO yang seimbang, dan memajukan sistem penerbangan internasional yang aman, terjamin, berkelanjutan, tangguh, dan inklusif.

The Government of the Republic of Indonesia has the honour to present its candidature to the Council of ICAO under Part III at the 43rd Extraordinary Session of the Assembly.

Positioned between the Pacific and the Indian Ocean, Indonesia's aviation network contributes significantly to regional and international connectivity. It serves more than 250 airports, over 300 domestic and international routes, more than 100 million passengers annually, over 1.8 million flight movements per year and manages airspace of approximately 7.7 million square kilometers. Civil aviation also plays a critical role in ensuring national connectivity, economic development, and social cohesion as it connects more than 280 million people across over 17,000 islands.

Indonesia is projected to be the fourth largest air traffic in 2050. As one of the largest growing aviation markets in the world, Indonesia offers a unique perspective shaped by the imperative of connecting geographically dispersed communities, promoting economic and capacity development, adherence to international standards, and strengthening international cooperation. Indonesia seeks to bring to the Council the voice and experience of archipelagic, developing, and geographically diverse States while contributing constructively to the advancement of global civil aviation.

Guided by the vision of "Bridging Regions, Strengthening Global Aviation" , Indonesia seeks to contribute to a Council that promotes dialogue and cooperation among regions, supports the balanced implementation of ICAO policies, and advances a safe, secure, sustainable, resilient, and inclusive international aviation system.

1
Representing one of the world's largest growing aviation markets in the Asia-Pacific region ; Mewakili salah satu pasar penerbangan dengan pertumbuhan terbesar di dunia di Kawasan Asia-Pasifik ;
2
Demonstrating a proven commitment to ICAO through technical cooperation, capacity-building , and active participation in regional and global aviation initiatives; Menunjukkan komitmen yang terbukti terhadap ICAO melalui kerja sama teknis, peningkatan kapasitas , dan partisipasi aktif dalam inisiatif penerbangan regional dan global;
3
Serving as a bridge-builder for air connectivity and cooperation among regions, developed and developing States, and diverse aviation stakeholders; and Berperan sebagai bridge-builder (penghubung) untuk konektivitas udara dan kerja sama antar kawasan, Negara maju dan berkembang, serta beragam pemangku kepentingan penerbangan; dan
4
Supporting the effective implementation of ICAO's strategic priorities through practical experience, technical expertise , and sustained international engagement. Mendukung implementasi yang efektif atas prioritas strategis ICAO melalui pengalaman praktis, keahlian teknis , dan keterlibatan internasional yang berkelanjutan.

  • ICAO Member State since 1950; 12 consecutive Council terms (1962–2001)
  • Permanent Representation in Montreal since 2012
  • Contributions benefiting participants from 80+ Member States
  • Expert secondment & practical initiatives in Asia-Pacific regional work
  • Leads ICAO Project 30/10 Task Force (airspace optimization) in APAC
  • Initiated ICAO Asia-Pacific DGCA Conference Action Item Tracker Tool
  • Leading role in ADS-B data sharing for cross-border ATM since 2010
  • Negara Anggota ICAO sejak 1950; 12 masa jabatan Dewan berturut-turut (1962–2001)
  • Perwakilan Tetap di Montreal sejak 2012
  • Kontribusi yang memberi manfaat bagi peserta dari 80+ Negara Anggota
  • Penugasan tenaga ahli & inisiatif praktis di kawasan Asia-Pasifik
  • Memimpin Satgas Proyek 30/10 ICAO (optimalisasi ruang udara) di APAC
  • Menginisiasi Alat Pelacak Tindakan (Action Item Tracker) Konferensi DGCA Asia-Pasifik
  • Berperan utama dalam berbagi data ADS-B untuk manajemen lalu lintas udara lintas batas sejak 2010

  • Manages one of the world's most complex aviation environments
  • USOAP Effective Implementation: 78.85% — above global average
  • USAP Effective Implementation: 88.53% — above global average
  • 2025 ICAO Council President Certificate for significant civil aviation security progress
  • Investments in air navigation, surveillance, and operational resilience
  • Technology & regional cooperation for safer, more efficient airspace
  • Mengelola salah satu lingkungan penerbangan paling kompleks di dunia
  • Implementasi Efektif USOAP: 78.85% — di atas rata-rata global
  • Implementasi Efektif USAP: 88.53% — di atas rata-rata global
  • Sertifikat Presiden Dewan ICAO 2025 atas kemajuan signifikan keamanan penerbangan sipil
  • Investasi di bidang navigasi udara, pengawasan, dan ketahanan operasional
  • Teknologi & kerja sama regional untuk ruang udara yang lebih aman dan efisien

  • On-time CORSIA implementation with readiness support for Member States
  • National State Action Plan to reduce CO₂ from international aviation
  • National Sustainable Aviation Fuels (SAF) roadmap with regional partners
  • Support for practical pathways to net-zero aviation globally
  • Projected 4th largest air traffic market by 2050 — sustainability is a national priority
  • Implementasi CORSIA tepat waktu dengan dukungan kesiapan untuk Negara Anggota
  • Rencana Aksi Negara nasional untuk mengurangi emisi CO₂ dari penerbangan internasional
  • Peta jalan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (SAF) nasional bersama mitra regional
  • Mendukung langkah-langkah praktis menuju penerbangan net-zero secara global
  • Diproyeksikan menjadi pasar lalu lintas udara terbesar ke-4 pada 2050 — keberlanjutan adalah prioritas nasional

  • Training, fellowships & technical assistance for ASEAN, PSIDS and 80+ States
  • 2026–2029 fellowship commitment with enhanced NGAP participation
  • ICAO implementation assistance support for Member States
  • Bridge-builder connecting developed and developing States, diverse communities
  • Voice for geographically diverse, developing, and archipelagic States in the Council
  • Pelatihan, beasiswa & bantuan teknis untuk ASEAN, PSIDS dan 80+ Negara
  • Komitmen beasiswa 2026–2029 dengan peningkatan partisipasi NGAP
  • Dukungan bantuan implementasi ICAO bagi Negara-Negara Anggota
  • Penghubung (bridge-builder) yang menghubungkan Negara maju dan berkembang serta beragam komunitas
  • Mewakili suara Negara-negara yang beragam secara geografis, berkembang, dan kepulauan di Dewan

Learning from its experiences in the Asia-Pacific region, Indonesia is committed to serving as a proactive and constructive member of the ICAO Council in complementing and cooperating with other regions in responding to current global developments and challenges. Indonesia is committed to work together with all Member States to fulfill ICAO's mandate and to ensure that no country is left behind.

Belajar dari pengalamannya di kawasan Asia-Pasifik, Indonesia berkomitmen untuk berperan sebagai anggota Dewan ICAO yang proaktif dan konstruktif dalam melengkapi dan bekerja sama dengan kawasan lain untuk merespons perkembangan dan tantangan global saat ini. Indonesia berkomitmen untuk bekerja sama dengan seluruh Negara Anggota untuk memenuhi mandat ICAO dan memastikan bahwa tidak ada negara yang tertinggal.

Active participation and contribution to the Council and its committees. Partisipasi aktif dan kontribusi pada Dewan dan komite-komitenya.

Support for ICAO implementation assistance for Member States. Dukungan untuk bantuan implementasi ICAO bagi Negara-Negara Anggota.

Expanded training, fellowship, expert secondment , including Indonesia's 2026–2029 fellowship commitment and enhanced participation in ICAO's Next Generation Aviation Professionals. Perluasan pelatihan, beasiswa, dan penugasan ahli , termasuk komitmen beasiswa Indonesia 2026–2029 dan peningkatan partisipasi dalam Next Generation Aviation Professionals ICAO.

Support for CORSIA readiness , State Action Plans and practical pathways for sustainable aviation. Dukungan untuk kesiapan CORSIA , Rencana Aksi Negara, dan langkah praktis menuju penerbangan berkelanjutan.

Aksesibilitas

Ukuran Teks

100%

Kontras & Warna

Fitur Tambahan