Indonesia for the ICAO Council
Sebagai bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan sistem penerbangan global yang lebih inklusif dan responsif, Indonesia memandang pentingnya keterwakilan yang seimbang dalam Dewan ICAO. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, serta salah satu pasar penerbangan yang tumbuh pesat di kawasan Asia-Pasifik, Indonesia memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi tantangan konektivitas, keselamatan, dan efisiensi operasional.
Indonesia juga terus berkontribusi dalam agenda lingkungan global, antara lain melalui implementasi CORSIA yang berjalan tepat waktu, pengembangan State Action Plan untuk menurunkan emisi CO₂ dari penerbangan internasional, serta pengembangan roadmap Sustainable Aviation Fuels (SAF) nasional bersama mitra regional. Di saat yang sama, Indonesia tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan dan kinerja operasional penerbangan.
Selain di tingkat nasional, Indonesia juga aktif mendukung kerja-kerja ICAO di tingkat regional dan global. Indonesia menugaskan tenaga ahli ke Kantor Regional ICAO APAC untuk membantu negara-negara anggota dalam implementasi CORSIA serta penyusunan dan pembaruan State Action Plan . Indonesia juga berperan dalam berbagai inisiatif peningkatan kapasitas di kawasan, termasuk bagi negara-negara ASEAN dan PSIDS, melalui program pelatihan yang diakui ICAO.
Berbekal pengalaman tersebut, Indonesia siap berperan sebagai bridge-builder yang konstruktif - mendorong solusi yang praktis, inklusif, dan dapat diterapkan. Kehadiran Indonesia di Dewan ICAO diharapkan dapat memperkuat kebijakan global agar tetap seimbang dan responsif terhadap berbagai tantangan ke depan, khususnya dalam peningkatan efisiensi, dekarbonisasi, dan pertumbuhan penerbangan yang berkelanjutan dengan tetap memperjuangkan kepentingan nasional. Keanggotaan Indonesia di Dewan ICAO akan mendukung pencapaian sejumlah misi Asta Cita dalam penerapannya di bidang penerbangan sipil untuk mewujudkan visi 'Indonesia Emas 2045' .
As part of a shared commitment to realizing a more inclusive and responsive global aviation system, Indonesia recognizes the importance of balanced representation in the ICAO Council. As the world’s largest archipelagic state with over 17,000 islands and one of the fastest-growing aviation markets in the Asia-Pacific region, Indonesia possesses firsthand experience in addressing the complex challenges of connectivity, safety, and operational efficiency.
Indonesia actively contributes to the global environmental agenda through on-time CORSIA implementation, the development of a national State Action Plan to reduce CO₂ emissions from international aviation, and the formulation of a national Sustainable Aviation Fuels (SAF) roadmap in close collaboration with regional partners, while maintaining an unyielding commitment to continuous safety and operational performance.
Beyond national measures, Indonesia actively supports ICAO's work regionally and globally. Indonesia seconds technical experts to the ICAO APAC Regional Office to assist member states with CORSIA implementation and State Action Plan updates. Furthermore, Indonesia spearheads regional capacity-building initiatives, including support for ASEAN member states and Pacific Small Island Developing States (PSIDS), through ICAO-recognized training programs.
Leveraging this comprehensive experience, Indonesia stands ready to serve as a constructive bridge-builder —advocating for practical, inclusive, and actionable global solutions. Indonesia’s presence on the ICAO Council will reinforce balanced, forward-looking policies focused on efficiency enhancements, decarbonization, and sustainable aviation growth while championing national priorities. Indonesia's membership in the ICAO Council directly aligns with the strategic pillars of the Asta Cita vision toward achieving 'Indonesia Emas 2045' .