Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap operasional transportasi udara, berkoordinasi dengan instansi terkait.
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau periode 10 Oktober 2026 pukul 12.00 -18.00 WIB dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), status aktivitas Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga).
Hingga saat ini, berdasarkan informasi yang diterima, sejumlah bandar udara yang berada di sekitar sumber aktivitas gunung api, termasuk Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, tetap beroperasi normal.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Otoritas Bandar Udara Wilayah I akan terus berkoordinasi dengan pengelola bandar udara, maskapai penerbangan, serta instansi terkait untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan aspek keselamatan serta keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas.
Masyarakat dan pengguna jasa transportasi udara diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait. Penumpang juga diharapkan memantau informasi penerbangan terkini melalui maskapai masing-masing.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan menyampaikan informasi lebih lanjut sesuai dengan perkembangan situasi dan hasil koordinasi dengan instansi terkait. (RA/GS)