Lewati ke konten utama
PERKUAT SINERGI UNTUK IKN, BAHAS PELUANG INVESTASI SEKTOR PENERBANGAN
PERKUAT SINERGI UNTUK IKN, BAHAS PELUANG INVESTASI SEKTOR PENERBANGAN

PERKUAT SINERGI UNTUK IKN, BAHAS PELUANG INVESTASI SEKTOR PENERBANGAN

12 Agustus 2026
4 menit baca
Balikpapan | Selasa, 11 Agustus 2026 – Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, beserta jajaran manajemen dan Ketua Koperasi Avia Sejahtera Balikpapan menyambut kedatangan Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Sudiro Roi Santoso, S.T., M.T., dalam rangka silaturahmi sekaligus koordinasi awal terkait peluang investasi dan pengembangan kawasan pendukung Ibu Kota Nusantara (IKN). Pertemuan tersebut dilaksanakan di salah satu unit usaha Koperasi Avia Sejahtera Balikpapan, Resome Coffee.
Pertemuan membahas berbagai potensi investasi yang dapat dikembangkan di kawasan IKN, khususnya wilayah mitra IKN yang memiliki posisi strategis dalam mendukung kebutuhan operasional dan pertumbuhan kawasan IKN. Pembahasan juga mencakup peluang pengembangan kawasan pendukung operasional Bandar Udara Khusus Nusantara sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem penerbangan yang terintegrasi dengan perkembangan IKN.
Salah satu peluang investasi yang menjadi perhatian adalah rencana PT Lion Group untuk melakukan studi mengenai potensi pengembangan fasilitas komersial berupa Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di kawasan pendukung IKN. Rencana tersebut akan diawali melalui penandatanganan nota kesepahaman antara PT Lion Group, OIKN, dan Bank Tanah dalam rangka pelaksanaan studi kelayakan maupun kajian teknis dan komersial yang diperlukan untuk melihat potensi pembangunan fasilitas MRO.
Pengembangan fasilitas MRO di kawasan IKN diharapkan dapat memberikan nilai tambah terhadap ekosistem penerbangan nasional, sekaligus membuka peluang tumbuhnya kegiatan ekonomi baru di sekitar kawasan. Keberadaan fasilitas MRO juga berpotensi memperkuat konektivitas dan kemandirian industri penerbangan melalui pengembangan fasilitas pemeliharaan pesawat yang berada lebih dekat dengan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Pembahasan selanjutnya turut berkembang pada peluang pengembangan sektor pendukung industri penerbangan, antara lain sekolah penerbangan, aviation training center, perkantoran, serta fasilitas pendidikan dan pelatihan lainnya. Pengembangan fasilitas tersebut dinilai dapat mendukung kebutuhan sumber daya manusia di sektor penerbangan sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat sekitar, khususnya generasi muda dan putra-putri Kalimantan, untuk memperoleh akses pendidikan dan pengembangan kompetensi di bidang penerbangan.
Selain pengembangan kawasan pendukung operasional bandar udara, pertemuan juga membahas potensi investasi yang lebih luas di kawasan IKN. Seiring dengan meningkatnya aktivitas pemerintahan dan pembangunan di IKN, terdapat kebutuhan terhadap berbagai fasilitas penunjang, baik untuk kebutuhan operasional maupun kebutuhan masyarakat dan pekerja yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Ketersediaan lahan dengan skema pemanfaatan atau persewaan yang relatif kompetitif menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi baru. Kondisi tersebut membuka ruang bagi berbagai pihak, termasuk koperasi, untuk menyusun dan mengembangkan model usaha yang dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung kebutuhan kawasan IKN.
Dalam konteks tersebut, Koperasi Avia Sejahtera Balikpapan juga melihat adanya peluang untuk mengembangkan portofolio usaha yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan internal koperasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ekosistem usaha yang mendukung pertumbuhan IKN dan kawasan sekitarnya. Pengembangan usaha tersebut diharapkan dapat diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat, kegiatan pemerintahan, serta operasional kawasan dan bandar udara.
Sebagai tindak lanjut, rencana penandatanganan nota kesepahaman antara PT Lion Group, OIKN, dan Bank Tanah akan difokuskan pada pelaksanaan studi dan kajian awal terkait potensi pengembangan fasilitas MRO. Hasil kajian tersebut selanjutnya akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk kerja sama dan kolaborasi lebih lanjut, termasuk kemungkinan sinergi dengan Kementerian Perhubungan sesuai dengan kewenangan dan kebutuhan pengembangan sektor penerbangan.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi berbagai peluang kolaborasi investasi yang dapat dikembangkan secara lebih luas di kawasan IKN dan wilayah pendukungnya. Sinergi antara pemerintah, OIKN, pelaku usaha, koperasi, serta pemangku kepentingan sektor penerbangan diharapkan mampu menciptakan ekosistem investasi yang produktif dan berkelanjutan.
Melalui koordinasi dan kolaborasi lintas sektor tersebut, diharapkan berbagai potensi investasi di kawasan IKN dapat dikembangkan secara optimal, tidak hanya untuk mendukung kebutuhan operasional dan perkembangan IKN, tetapi juga memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memperkuat ekosistem penerbangan nasional. (Humas)