Laksanakan Desk Evaluasi Pelayanan Publik Tahun 2026
01 September 2026
4
menit baca
Balikpapan, 31 Agustus 2026 – Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, bersama jajaran dan pegawai Otoritas Bandar Udara Wilayah VII melaksanakan Paparan Desk Evaluasi Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggara Pelayanan Publik (PEKPPP)/Penilaian Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik Sektor Transportasi Tahun 2026 secara daring melalui Zoom.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Noviana Andrina, Analis Kebijakan Ahli Utama Kementerian PAN-RB, Ajeng Fajarwati, Analis Kebijakan Ahli Muda PPTB Kementerian Perhubungan, serta Eka Wida dari Bagian Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
Dalam kesempatan tersebut, Ferdinan Nurdin menyampaikan paparan selama kurang lebih 20 menit yang mencakup visi dan misi pelayanan serta pemenuhan sejumlah aspek penilaian pelayanan publik, meliputi kebijakan pelayanan, profesionalisme SDM, sarana dan prasarana, sistem informasi pelayanan publik, konsultasi dan pengaduan, serta inovasi pelayanan.
Sejumlah capaian dan inovasi menjadi bagian penting dalam paparan, antara lain transformasi alur pelayanan dokumen Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP). Proses yang sebelumnya dilakukan secara daring sekitar 30 persen kini telah ditingkatkan menjadi 95 persen secara online, sementara 5 persen sisanya dilaksanakan melalui kunjungan lapangan berupa pengukuran bersama para pemangku kepentingan. Transformasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, serta memberikan kepastian dan kemudahan bagi masyarakat maupun pengguna layanan.
Pada aspek profesionalisme SDM, Otoritas Bandar Udara Wilayah VII terus memperkuat motivasi dan budaya kinerja melalui pemberian apresiasi dan penghargaan. Penghargaan diberikan kepada satuan kerja di wilayah kerja Otoritas Bandar Udara Wilayah VII atas capaian publikasi media terbaik, pelayanan terbaik, serta kepatuhan dan ketepatan waktu penyelenggaraan angkutan udara perintis. Apresiasi juga diberikan kepada pegawai yang berkontribusi dalam mengantarkan Otoritas Bandar Udara Wilayah VII meraih penghargaan pada bidang pemanfaatan aset.
Dari sisi sarana dan prasarana, Otoritas Bandar Udara Wilayah VII memastikan tersedianya fasilitas pendukung pelayanan yang memadai, termasuk fasilitas bagi kelompok rentan dan penyandang kebutuhan khusus. Dukungan tersebut diperkuat dengan standar operasional prosedur pelayanan kelompok rentan serta ketersediaan jalur evakuasi yang mendukung aspek keselamatan dan kemudahan akses dalam penyelenggaraan pelayanan.
Penguatan pelayanan berbasis digital juga menjadi perhatian melalui optimalisasi Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP) dan berbagai kanal layanan daring. Digitalisasi tersebut didukung dengan tersedianya fasilitas fisik dan perangkat pendukung di kantor sehingga masyarakat maupun pengguna layanan dapat memperoleh akses pelayanan secara lebih mudah, cepat, dan terintegrasi.
Dalam aspek konsultasi dan pengaduan, Otoritas Bandar Udara Wilayah VII menyediakan mekanisme pelayanan baik secara online maupun offline. Sepanjang periode evaluasi tercatat 178 layanan konsultasi dan pengaduan, yang terdiri atas 177 konsultasi dan 1 pengaduan, dengan seluruhnya dikelola melalui mekanisme yang telah ditetapkan.
Sementara itu, pada aspek inovasi, sejumlah terobosan terus dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas pelayanan. Salah satunya melalui penerapan SOP National Logistics Ecosystem (NLE) yang mampu memangkas waktu proses bisnis dari sebelumnya sekitar 4 jam 25 menit menjadi 1 jam 30 menit. Selain itu, dikembangkan pula aplikasi pelayanan terpadu, PAS Bandara, KKOP, serta Flight Approval sebagai bagian dari penguatan ekosistem layanan digital.
Otoritas Bandar Udara Wilayah VII juga terus mendorong optimalisasi aset negara yang idle melalui pengelolaan bersama koperasi berbadan hukum, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan. Optimalisasi tersebut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas aset, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan pegawai melalui pengembangan berbagai unit usaha, antara lain Nomad Car Wash, re.sume Coffee, More Padel, Food Court Otban VII, Kobu Mart 7, parkir inap, serta rencana pengembangan guest house, laundry, bengkel cat dan duco, dan Warung Makan Pasundan.
Berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen Otoritas Bandar Udara Wilayah VII untuk menghadirkan pelayanan publik yang mudah, cepat, transparan, inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Peningkatan kualitas pelayanan dilakukan secara berkelanjutan melalui penguatan tata kelola, transformasi digital, peningkatan kompetensi SDM, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta pengembangan inovasi pelayanan.
Melalui pelaksanaan desk evaluasi ini, Otoritas Bandar Udara Wilayah VII berharap dapat memperoleh masukan dan rekomendasi konstruktif untuk semakin menyempurnakan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik serta mewujudkan pelayanan prima yang konsisten, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta seluruh pengguna jasa penerbangan. (Humas)