Kemenhub Lepas Tim Medis Balai Kesehatan Penerbangan untuk Bantu Korban Gempa Bumi NTT

Humas DJPU
Jumat, 21 Agustus 2026
34 kali dilihat
Gambar Artikel Kemenhub Lepas Tim Medis Balai Kesehatan Penerbangan untuk Bantu Korban Gempa Bumi NTT

Jakarta (21/8/2026) – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melepas keberangkatan Tim Medis Balai Kesehatan Penerbangan untuk melaksanakan tugas kemanusiaan memberikan dukungan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pelepasan dilaksanakan di Ruang Mulawarman, Gedung Karsa Lantai 5, Kantor Kementerian Perhubungan, Jumat (21/8/2026).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tugas yang diemban Tim Medis bukan sekadar penugasan kedinasan tetapi merupakan perwujudan kewajiban dan kepedulian kepada sesama.

“Tugas yang akan Saudara-saudara jalankan bukanlah sekadar penugasan kedinasan. Ini adalah tugas kemanusiaan dan bentuk pengabdian kepada masyarakat,” ujar Lukman.

Ia berpesan agar seluruh tim memberikan pelayanan dengan penuh kepedulian,  profesionalisme, dan ketulusan, termasuk membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan pemerintah daerah setempat agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. Dalam kesempatan ini Lukman juga menyampaikan pentingnya kewaspadaan dan keselamatan selama penugasan di lapangan.

“Saya juga menekankan kepada seluruh anggota tim untuk mengutamakan keselamatan, kesehatan, dan kekompakan tim,” tegasnya, seraya berpesan agar tim berangkat dengan semangat kemanusiaan, bertugas dengan profesionalisme, dan kembali dalam keadaan sehat dan selamat.

Sementara itu, Kepala Balai Kesehatan Penerbangan, Renato Joelfian Joesaki, dalam laporannya menyampaikan kesiapan pihaknya mendukung kegiatan “Peduli Musibah Gempa NTT” melalui pengerahan tim medis dan bantuan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Balai Kesehatan Penerbangan tahap awal mengirimkan 2 (tim) tim medis yang akan diikuti 1 (satu) tim berikutnya yang akan bertugas di Kabupaten Nagekeo dan Soa Bajawa.  Masing-masing tim beranggotakan 4 (empat) orang yang terdiri dari tenaga medis dan tenaga pendukung, serta dilengkapi obat-obatan, bahan medis, dan perlengkapan kesehatan untuk mendukung pelayanan langsung kepada masyarakat di lapangan.

Kementerian Perhubungan berharap kehadiran Tim Medis dapat meringankan beban masyarakat terdampak bencana, sekaligus menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah melalui pelayanan langsung yang menyentuh kebutuhan masyarakat di wilayah bencana.(IT/RA/EP)

Bagikan Berita Ini

Pencarian

Sistem Manajemen Pengaduan Kementerian Perhubungan (SIMADU)
Gambar Sistem Manajemen Pengaduan Kementerian Perhubungan (SIMADU)
Sistem Pelaporan Sukarela (Voluntary Reporting System) Kementerian Perhubungan (VRS)

Merupakan Sistem Database Keselamatan Penerbangan Nasional untuk mendukung Program Keselamatan Penerbangan Nasional / State Safety Programme (SSP) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Aksesibilitas

Ukuran Teks

100%

Kontras & Warna

Fitur Tambahan