Informasi Berkala
Informasi yang disediakan dan diumumkan secara berkala
Bandar Udara Morowali, yang kini secara resmi dikenal sebagai Bandara Maleo, adalah bandar udara yang dibangun untuk menjawab kebutuhan transportasi udara masyarakat di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. Sebelum keberadaan bandara ini, masyarakat Morowali harus menempuh perjalanan darat yang panjang dari Morowali menuju kota-kota besar terdekat seperti Palu, Kendari, dan Makassar, dengan waktu tempuh yang mencapai belasan jam. Kondisi geografis yang luas dan arus perekonomian yang berkembang di Morowali mendorong pentingnya fasilitas transportasi udara yang lebih efisien dan cepat.
Pembangunan Bandara Morowali dimulai pada tahun 2007 atas inisiatif Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali dengan menggunakan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pada tahap awal ini, upaya pembangunan masih bersifat bertahap dan pelaksanaannya berjalan lambat, sehingga sempat terhenti. Untuk melanjutkan pembangunan agar sesuai dengan standar keselamatan dan kebutuhan operasional, pada tahun 2010 pembangunan fisik bandara dilanjutkan kembali oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dengan dukungan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pada fase ini dilaksanakan pembangunan sisi udara berupa landasan pacu (runway), taxiway, dan apron, serta pembangunan sisi darat berupa terminal penumpang dan gedung perkantoran.
Selama beberapa tahun berikutnya, pembangunan dipercepat meskipun terdapat kendala dalam pelaksanaan anggaran. Fasilitas utama bandara terus dilengkapi hingga memenuhi persyaratan teknis dan keselamatan untuk operasional penerbangan. Hingga tahun 2017, berbagai fasilitas dasar dan infrastruktur utama telah terselesaikan. Semua rangkaian pembangunan tersebut kemudian disiapkan untuk mendukung kegiatan operasional penerbangan secara resmi.
Meningkatnya kesiapan operasional ini kemudian diwujudkan melalui peresmian Bandara Morowali oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada tanggal 23 Desember 2018. Pada momentum ini, bandara secara resmi dibuka dan mulai beroperasi untuk melayani penerbangan domestik. Sejak saat itu, fasilitas Bandara Maleo digunakan untuk penerbangan penumpang dan barang, serta meningkatkan konektivitas udara antara Morowali dan berbagai kota besar di Indonesia.
Nama “Maleo” dipilih sebagai nama resmi bandara sebagai bentuk penghormatan terhadap burung Maleo, satwa endemik yang menjadi simbol khas Sulawesi Tengah, sekaligus identitas lokal yang mencerminkan karakter dan potensi wilayah Morowali.
Setelah diresmikan, Bandara Maleo terus mengalami pengembangan untuk meningkatkan kapasitas serta kualitas layanannya. Salah satu wujud pengembangan tersebut adalah perpanjangan landasan pacu. Awalnya runway dirancang untuk melayani pesawat turboprop ukuran kecil hingga menengah, namun sejalan dengan peningkatan permintaan layanan penerbangan dan pertumbuhan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut, runway diperluas melalui kerja sama dengan pihak swasta dalam skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Hasilnya, panjang landasan pacu Bandara Maleo saat ini telah mencapai 1.800 meter × 30 meter, yang meningkatkan kemampuan bandara dalam melayani penerbangan pesawat dengan kapasitas lebih besar dibandingkan fase awalnya.
Bandara Maleo dibangun di atas lahan seluas sekitar 158 hektar dan dilengkapi fasilitas terminal yang memadai, termasuk area pemeriksaan penumpang, fasilitas bagasi, ruang tunggu, serta fasilitas penunjang lainnya yang memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan. Selain itu, apron, taxiway, dan sistem navigasi udara telah dipasang sesuai dengan ketentuan operasional, sehingga kegiatan penerbangan dapat dilaksanakan dengan aman dan efisien.
Dengan keberadaan Bandara Maleo hingga saat ini, akses transportasi udara bagi masyarakat Morowali menjadi lebih cepat dan efektif dibanding sebelumnya. Melalui layanan domestik yang tersedia, masyarakat tidak lagi bergantung pada perjalanan darat yang panjang, sehingga waktu tempuh dapat ditekan secara signifikan, membuka peluang yang lebih luas dalam bidang ekonomi, perdagangan, pariwisata, serta mendukung pertumbuhan sektor industri di wilayah Morowali dan sekitarnya.
VISI DAN MISI BANDAR UDARA KELAS III MOROWALI
VISI
"Terwujudnya penyelenggaraan transportasi udara yang handal, berdaya saing, dan memberikan nilai tambah dalam mendukung ketahanan nasional."
MISI
- Mewujudkan pelayanan transportasi udara yang handal melalui peningkatan keselamatan, keamanan, kenyamanan, ketepatan waktu, serta pemerataan akses transportasi udara hingga seluruh wilayah Indonesia.
- Meningkatkan daya saing transportasi udara nasional dengan mendorong efisiensi pelayanan, keterjangkauan tarif, serta penguatan kualitas sumber daya manusia yang profesional, mandiri, dan produktif.
- Meningkatkan nilai tambah sektor transportasi udara dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif, mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, serta mendorong peran serta masyarakat, UMKM, dan koperasi.
- Memperkuat peran transportasi udara dalam pembangunan dan ketahanan nasional melalui penyediaan layanan transportasi udara yang mendukung konektivitas nasional, pertahanan wilayah, dan pembangunan berkelanjutan.
TUGAS DAN FUNGSI BANDAR UDARA KELAS III MOROWALI
TUGAS
"Melaksanakan pelayanan jasa kebandarudaraan dan jasa terkait bandar udara, kegiatan keamanan, keselamatan, serta ketertiban penerbangan pada bandar udara yang belum diusahakan secara komersial."
FUNGSI
- Pelaksanaan penyusunan rencana dan program.
- Pelaksanaan pengoperasian fasilitas keselamatan sisi udara, sisi darat, dan alat-alat besar bandar udara serta fasilitas penunjang.
- Pelaksanaan perawatan dan perbaikan fasilitas keselamatan sisi udara, sisi darat, dan alat-alat besar bandar udara serta fasilitas penunjang.
- Penyiapan pelaksanaan pelayanan pengaturan pergerakan pesawat udara (Apron Movement Control/AMC).
- Pelaksanaan pengamanan pelayanan pengangkutan penumpang, awak pesawat udara, barang, jinjingan, pos dan kargo serta barang berbahaya dan senjata.
- Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan.
- Pelaksanaan pengawasan, pengendalian keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja serta pengoperasian, perawatan dan perbaikan fasilitas keamanan penerbangan dan pelayanan darurat bandar udara.
- Pelaksanaan kerja sama dan pengembangan usaha jasa kebandarudaraan dan jasa terkait bandar udara.
- Pelaksanaan pengoperasian dan pelayanan fasilitas terminal penumpang, kargo, dan penunjang serta pengelolaan dan pengendalian hygiene dan sanitasi.
- Pelaksanaan koordinasi dengan instansi/lembaga terkait penyelenggaraan bandar udara.
- Pelaksanaan urusan keuangan, ketatausahaan, kerumahtanggaan, kepegawaian, hukum dan hubungan masyarakat.

PROFIL PEJABAT KANTOR BANDAR UDARA KELAS III MOROWALI
KEPALA KANTRO BANDAR UDARA KELAS III MOROWALI 
Dokumen Informasi Berkala
Tidak ada dokumen yang cocok dengan pencarian Anda.
| No | Nama Dokumen | Tipe | Ukuran | Periode | Unduh |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 |
DAFTAR DIP DIK UPBU KELAS III MOROWALI
pdf • 266.4 KB • 18x diunduh |
266.4 KB | — | Unduh 18x diunduh |