Keselamatan & Keamanan
2 menit baca
638 dilihat
Kabut Asap Karhutla Ganggu Jarak Pandang, Keselamatan Penerbangan Jadi Prioritas
Klik untuk perbesar
Sampit – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi salah satu faktor yang berdampak langsung terhadap kondisi operasional penerbangan di Bandar Udara H. Asan Sampit. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang (visibility) menurun secara drastis sehingga dapat memengaruhi proses pendaratan maupun lepas landas pesawat.
Kepala Kantor UPBU H. Asan Sampit, Abdul Haris menyampaikan bahwa kondisi jarak pandang merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan operasional penerbangan. Ketika kabut asap Karhutla menyebabkan jarak pandang turun hingga berada di bawah batas yang dipersyaratkan untuk keselamatan penerbangan, proses pendaratan maupun lepas landas dapat terganggu.
“Kabut asap yang pekat dapat menyebabkan jarak pandang pilot menurun secara drastis. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan dalam proses pendaratan maupun lepas landas pesawat,” ujar Kepala Kantor UPBU H. Asan Sampit.
Menurutnya, dalam kondisi jarak pandang yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan, pilot dapat mengambil keputusan untuk membatalkan atau tidak melanjutkan proses pendaratan. Keputusan tersebut merupakan bagian dari prosedur keselamatan penerbangan untuk memastikan keselamatan penumpang, awak pesawat, maupun operasional penerbangan secara keseluruhan.
“Apabila kondisi visibility berada jauh di bawah ambang batas yang dipersyaratkan, pilot terpaksa membatalkan pendaratan demi keselamatan penumpang dan seluruh awak pesawat. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional penerbangan,” tegasnya.
Kondisi kabut asap juga dapat berubah dengan cepat mengikuti perkembangan kebakaran hutan dan lahan serta kondisi cuaca di sekitar wilayah bandar udara. Oleh karena itu, kondisi operasional penerbangan perlu terus dipantau dan dievaluasi berdasarkan informasi serta kondisi aktual di lapangan.
UPBU H. Asan Sampit mengimbau masyarakat dan calon penumpang untuk memahami bahwa perubahan atau gangguan terhadap jadwal penerbangan akibat kondisi cuaca dan jarak pandang merupakan bagian dari pertimbangan keselamatan penerbangan. Calon penumpang juga diharapkan terus memantau informasi terbaru dari pihak maskapai sebelum melakukan perjalanan.
Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Ketika kondisi lingkungan tidak memenuhi persyaratan keselamatan, keputusan untuk menunda, mengalihkan, atau membatalkan penerbangan dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk menjaga keselamatan seluruh pengguna jasa penerbangan.
Artikel diperbarui terakhir: 10 September 2026