Lewati ke konten utama

Informasi Serta Merta

Informasi yang dapat mengancam hajat hidup orang banyak dan ketertiban umum

No
Informasi Serta Merta
Keterangan
1.
Angin Kencang.png

Ewer, 15 Maret 2024 — Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda wilayah Kabupaten Asmat, khususnya kawasan Bandar Udara Ewer, pada Jumat, 15 Maret 2024. Kejadian tersebut berdampak pada sebagian atap bangunan Kantor Administrasi Lama Bandara Ewer yang saat ini digunakan oleh Perum LPPNPI Unit Ewer.

Berdasarkan laporan kejadian, angin kencang mulai melanda area Bandar Udara Ewer pada pukul 13.45 WIT. Lima menit kemudian, tepatnya pukul 13.50 WIT, pesawat Trigana Air dengan rute Ewer–Merauke berhasil melakukan lepas landas dengan aman.

Selanjutnya, pada pukul 14.43 WIT, hempasan angin mengangkat sebagian sisi atap belakang Gedung Kantor Administrasi Lama Bandara Ewer yang digunakan oleh Perum LPPNPI Unit Ewer. Dokumentasi kejadian menunjukkan adanya bagian atap bangunan yang terlepas dan berdampak pada area di sekitar bangunan.

Meskipun terjadi kerusakan pada bagian atap bangunan, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kondisi Bandar Udara Ewer dilaporkan tetap aman dan terkendali, sementara langkah mitigasi dilakukan melalui perbaikan pada bagian atap bangunan yang terdampak.

Dengan kondisi yang telah ditangani, kegiatan operasional penerbangan di Bandar Udara Ewer tetap berjalan normal. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi terhadap kondisi cuaca ekstrem guna menjaga keselamatan serta kelancaran operasional penerbangan.

 

2.
Dampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki : 3 Bandara ditutup, Layanan Penerbangan NTT dan Bali Terdampak

Ewer, Asmat (18/06/2025) — Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) melakukan langkah mitigasi dan penanganan intensif menyusul peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Akibat sebaran abu vulkanik tersebut, tiga bandar udara resmi ditutup sementara demi keselamatan penerbangan.

Ketiga bandara yang mengalami penutupan operasional sementara meliputi:

  • Bandar Udara Fransiskus Xaverius Seda (Maumere): Ditutup hingga 19 Juni 2025 pukul 06.00 WITA.
  • Bandar Udara Soa (Bajawa): Ditutup hingga 18 Juni 2025 pukul 17.00 WITA.
  • Bandar Udara Haji Hasan Aroeboesman (Ende): Ditutup hingga 19 Juni 2025 pukul 07.00 WITA.

Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Cecep Kurniawan, mengonfirmasi bahwa erupsi ini berdampak pada 26 rute penerbangan, terdiri dari 12 penerbangan internasional dan 14 penerbangan domestik. Total penumpang yang terdampak diperkirakan mencapai lebih dari 14.000 orang.

Sebaran penumpang terdampak paling signifikan tercatat di beberapa lokasi utama:

  • Denpasar: 10.560 penumpang
  • Labuan Bajo: 2.166 penumpang
  • Lombok: 772 penumpang
  • Maumere: 451 penumpang

Beberapa wilayah konektivitas lainnya yang turut terdampak meliputi Kupang, Bajawa, Ende, Sabu, serta sejumlah rute penerbangan di kawasan NTT, NTB, dan Bali.

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Lewotobi Laki-Laki telah mengalami setidaknya tujuh kali erupsi pada periode 17–18 Juni 2025. PVMBG menetapkan status gunung berada pada Level IV (Awas), dengan tinggi kolom abu vulkanik mencapai hingga 10.000 meter.

Informasi ASHTAM VAWR3701 dari Perum LPPNPI (AirNav Indonesia) menunjukkan abu vulkanik tersebar di beberapa ketinggian (10.000 kaki ke arah Barat, 35.000 kaki ke arah Tenggara, dan 53.000 kaki ke arah Barat) dengan kecepatan angin 10–25 knots.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa penutupan bandara dan penyesuaian rute dilakukan sepenuhnya atas dasar keselamatan.

"Keselamatan dan kenyamanan penumpang menjadi dasar utama setiap keputusan penutupan maupun pembukaan kembali operasional bandara. Kami mengimbau operator penerbangan untuk memberikan kompensasi sesuai regulasi, termasuk opsi reschedule, reroute, hingga refund penuh," ujar Lukman.

Sebagai langkah antisipasi dan alternatif transportasi:

  1. Penerusan via Laut: Maskapai di Labuan Bajo berkoordinasi dengan KSOP setempat untuk menyediakan alternatif angkutan laut bagi calon penumpang yang tertahan.

  2. Layanan Navigasi 24 Jam: AirNav Indonesia mengaktifkan prosedur kontinjensi, salah satunya mengoperasikan Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai (Bali) selama 24 jam penuh dari operasional normal yang biasanya terbatas hingga pukul 02.00 WITA.

Ditjen Hubud bersama seluruh pemangku kepentingan penerbangan terus melakukan pemantauan ketat dan evaluasi berkala hingga kondisi ruang udara dinyatakan aman untuk kembali dilayari.

3.
Waspada Musim Kemarau

Ewer, Papua Selatan — Memasuki musim kemarau, Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Ewer mengajak seluruh personel dan pengguna jasa untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko yang dapat memengaruhi lingkungan maupun operasional bandara.

Kondisi cuaca yang lebih panas dan minim hujan dapat menyebabkan lingkungan sekitar bandara menjadi lebih kering serta meningkatkan potensi debu dan kebakaran. Karena itu, langkah pencegahan perlu dilakukan secara bersama-sama untuk menjaga keselamatan, keamanan, dan kelancaran operasional penerbangan.

Melalui kampanye “Waspada Musim Kemarau di Bandara Ewer”, UPBU Kelas III Ewer mengingatkan beberapa hal penting, di antaranya meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kering, tidak melakukan pembakaran sampah atau aktivitas yang dapat memicu api, serta memastikan area fasilitas, runway, apron, dan gedung bandara tetap bersih dari material yang mudah terbakar.

Selain menjaga lingkungan, para petugas juga diimbau untuk memperhatikan kondisi kesehatan selama bekerja di tengah cuaca panas dengan mencukupi kebutuhan air dan menggunakan perlindungan yang sesuai.

Seluruh personel dan pengguna jasa juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan asap, api, kondisi lingkungan yang berpotensi membahayakan, maupun gangguan terhadap fasilitas bandara.

“Kemarau bukan alasan untuk lengah.” Dengan meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan bersama, lingkungan Bandara Ewer dapat tetap aman, nyaman, dan mendukung terselenggaranya operasional penerbangan yang selamat dan lancar.

4. Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus berupaya mendukung p.jpg
Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Ewer menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah cepat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan dalam merespons bencana gempa bumi yang melanda wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sejalan dengan komitmen keselamatan penerbangan nasional di tengah tanggap darurat bencana, Ditjen Hubud juga menerbitkan rincian penanganan udara terkini sebagai berikut:
  • Dukungan Udara Penanganan Karhutla: Ditjen Hubud memproses 35 izin khusus pesawat asing (berdasar KP 9/2021) untuk operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

  • Reposisi Cepat Pesawat: Pesawat berizin dapat direposisi ke lokasi terdampak sesuai kebutuhan penanganan bencana yang dinamis.

  • Prioritas Keselamatan: Sertifikasi dan pengawasan kelaikudaraan tetap berada di bawah Ditjen Hubud, sedangkan operasional penerbangan menjadi tanggung jawab operator sesuai AOC dengan koordinasi bersama BNPB/BPBD dan Pemda.

  • 4 NOTAM Aktif (per 20 Agustus 2026):

    1. A3042/26: Reservasi ruang udara untuk water bombing.

    2. 0860/26: Water bombing & air patrol Kalimantan Barat.

    3. B0815/26: Taxiway Alpha Bandara Banjarmasin tidak tersedia.

    4. C0977/26: Bandara Nabire ditutup sementara akibat asap karhutla.

Belum Ada Dokumen

Belum ada dokumen informasi serta merta yang tersedia untuk saat ini.