Tentang Bandara
Sejarah Singkat
Nama Sangia Nibandera diambil dari nama Raja Sangia Nibandera (Raja Mekongga) yang diberi nama oleh tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan Pemda Kabupaten Kolaka.
Bandar Udara Sangia Nibandera Kolaka mulai dibangun pada tahun 2006 dengan dana APBN Kementerian Perhubungan, dengan runway eksisting berdimensi 700 M x 18 M. Dan pada tahun 2008 dilakukan penerbangan perdana oleh Bapak Bupati Kolaka Drs. Buhari Matta, M. Si, bersama Ketua DPRD Kabupaten Kolaka dan rombongan menggunakan Pesawat Susi Air.
Pada tahun 2009 dilaksanakan pekerjaan pengembangan pembangunan runway Bandar Udara Sangia Nibandera melalui Program Bedah Bandara oleh Pemda Kabupaten Kolaka dari 700 M x 18 M menjadi 1.400 M x 30 M yang memakan waktu lebih kurang 11 bulan.
Pembangunan Bandara melalui pendekatan model “bedah bandara” merupakan pertama kali di Indonesia, sehingga pembangunan Bandar Udara Sangia Nibandera memecahkan rekor muri kategori pembangunan swadaya terbanyak.
Berdasarkan PM 40 Tahun 2014 tanggal 12 September 2014 Satker Bandar Udara Sangia Nibandera Kolaka resmi ditetapkan sebagai Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III dan dikelola langsung oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sampai dengan sekarang.