Tentang Bandara
Terakhir diperbarui: 14 Jun 2026
Sejarah Singkat
SEJARAH KEBERADAAN BANDAR UDARA RAHADI OESMAN KETAPANG DARI MASA KE MASA
A. Merintis perencanaan pengadaan Lapangan Terbang Kalinilam di Ketapang dimulai sekitar tahun 1957 dibawah Kepala Daerah Kabupaten Ketapang Herkan Yamani dengan menggerakkan seluruh kegiatan masyarakat secara gotong royong. Lokasi Lapangan Terbang (yang ada sekarang) pada mulanya hanya dipinjam dari tanah-tanah penduduk sekitarnya. Sekitar tahun 1967 oleh Bupati Kdh Ketapang M. Tohir, usaha pengadaan Lapangan Terbang tersebut digiatkan kembali namun masih menggunakan tenaga gotong royong seluruh kekuatan masyarakat Ketapang termasuk Pegawai Negeri, dimana pada saat itu dapat didarati oleh pesawat kecil jenis Cesna 185 kepunyaan MAF. Pada tahun-tahun tersebut apabila Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten Ketapang membutuhkan untuk ke Tingkat I Provinsi Kalimantan Barat, maka pesawat Cesna tersebut segera dipesan charter kepada pihak MAF, dan demikianlah berjalan untuk beberapa lama.
B. Disaat PT. ALCOMIN melakukan survey biji aluminium di Kalimantan Barat yang lokasinya dipusatkan di Ketapang sekitar tahun 1969 dengan persetujuan Pemerintah Daerah Ketapang, pihak ALCOMIN mengadakan perbaikan, penyempurnaan dan perluasan Lapangan Terbang Kalinilam tersebut untuk dipergunakan bagi usaha mereka dibidang angkutan udara. Pada saat itu Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang menunjuk saudara Abdul Hasan (Lurah Kampung Kalinilam) sebagai Kepala Lapangan Terbang Kalinilam.
Setelah PT. ALCOMIN menghentikan kegiatannya, maka Lapangan Terbang Kalinilam itupun kurang berfungsi.
C. Pada Tahun 1976, Lapangan Terbang Kalinilam diresmikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Marsdya Kardono dan berubah status menjadi Lapangan Terbang Perintis dengan nama Lapangan Terbang Perintis Rahadi Osman, sekaligus menunjuk Bupati Kepala Daerah Ketapang Zainal Arifin selaku Kepala Lapangan Terbang Perintis, untuk selanjutnya Bupati Zainal Arifin menunjuk saudara A. Dirham H.D sebagai Kepala Lapangan Terbang Perintis dan bertanggung jawab kepada Bupati Kepala Daerah Kabupaten Ketapang mulai tanggal 1 Oktober 1977 sampai dengan tanggal 26 November 1986.
D. Kegiatan dan Kesibukan Penerbangan
A. Merintis perencanaan pengadaan Lapangan Terbang Kalinilam di Ketapang dimulai sekitar tahun 1957 dibawah Kepala Daerah Kabupaten Ketapang Herkan Yamani dengan menggerakkan seluruh kegiatan masyarakat secara gotong royong. Lokasi Lapangan Terbang (yang ada sekarang) pada mulanya hanya dipinjam dari tanah-tanah penduduk sekitarnya. Sekitar tahun 1967 oleh Bupati Kdh Ketapang M. Tohir, usaha pengadaan Lapangan Terbang tersebut digiatkan kembali namun masih menggunakan tenaga gotong royong seluruh kekuatan masyarakat Ketapang termasuk Pegawai Negeri, dimana pada saat itu dapat didarati oleh pesawat kecil jenis Cesna 185 kepunyaan MAF. Pada tahun-tahun tersebut apabila Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten Ketapang membutuhkan untuk ke Tingkat I Provinsi Kalimantan Barat, maka pesawat Cesna tersebut segera dipesan charter kepada pihak MAF, dan demikianlah berjalan untuk beberapa lama.
B. Disaat PT. ALCOMIN melakukan survey biji aluminium di Kalimantan Barat yang lokasinya dipusatkan di Ketapang sekitar tahun 1969 dengan persetujuan Pemerintah Daerah Ketapang, pihak ALCOMIN mengadakan perbaikan, penyempurnaan dan perluasan Lapangan Terbang Kalinilam tersebut untuk dipergunakan bagi usaha mereka dibidang angkutan udara. Pada saat itu Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang menunjuk saudara Abdul Hasan (Lurah Kampung Kalinilam) sebagai Kepala Lapangan Terbang Kalinilam.
Setelah PT. ALCOMIN menghentikan kegiatannya, maka Lapangan Terbang Kalinilam itupun kurang berfungsi.
C. Pada Tahun 1976, Lapangan Terbang Kalinilam diresmikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Marsdya Kardono dan berubah status menjadi Lapangan Terbang Perintis dengan nama Lapangan Terbang Perintis Rahadi Osman, sekaligus menunjuk Bupati Kepala Daerah Ketapang Zainal Arifin selaku Kepala Lapangan Terbang Perintis, untuk selanjutnya Bupati Zainal Arifin menunjuk saudara A. Dirham H.D sebagai Kepala Lapangan Terbang Perintis dan bertanggung jawab kepada Bupati Kepala Daerah Kabupaten Ketapang mulai tanggal 1 Oktober 1977 sampai dengan tanggal 26 November 1986.
D. Kegiatan dan Kesibukan Penerbangan
1. Pada tahap pertama hanya didarati oleh pesawat Cesna sesuai Charter yang disesuaikan dengan keperluan Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang dan PT. ALCOMIN.
2. Pada tahap berikutnya, dipergunakan oleh pesawat-pesawat milik PT. ALCOMIN sesuai dengan kepentingan mereka, dan apabila Pemerintah Daerah Ketapang memerlukan mereka memberikan bantuan sepenuhnya.
3. Setelah statusnya resmi sebagai Lapangan Terbang Perintis, maka PT. Merpati Nusantara Airlines sebagai Perusahaan Milik Negara melakukan penerbangan perintis dengan rute Pontianak-Ketapang (PP). Ketapang-Pangkalan Bun-Semarang (PP) sebanyak 2 kali seminggu. Selanjutnya ditingkatkan menjadi 3 kali seminggu dan ditingkatkan lagi setiap hari penerbangan antara Pontianak-Ketapang (PP) dengan menggunakan Pesawat Twin Otter. (DHC-6)
4. Sesuai dengan perkembangan selanjutnya maka kegiatan penerbangan tambah luas dengan masuknya Perusahaan Penerbangan PT. Deraya Air yang mebuka rute Pontianak-Ketapang PP, Ketapang-Pangkalan Bun-Semarang PP dan pernah membuka rute Pontianak-Ketapang-Tanjung Pandan-Bangka Belitung-Palembang (PP) Selain Penerbangan PT. Merpati Nusantara Airlines ada penerbangan lanjutan yang dilakukan oleh PT. Dirgantara Air Services (DAS) dengan menambah flight yang cukup sesuai dengan animo penumpang. Sampai hari ini rute dan jadwal penerbangan tersebut tidak diterbanginya kembali.
5. Pelayanan seluruh kegiatan dilakukan dengan berlandaskan kepada : “Aman-Lancar-Murah-dan-Menyenangkan”.
Pada tahun 1982 dan tahun 1983 terjadi penurunan jumlah penumpang disebabkan oleh pertama karena perubahan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak sehingga biaya terbang ikut naik. Kedua pada tahun-tahun tersebut adanya Bes Air (Angkutan Penumpang Kapal) yang mulai beroperasi dengan rute Pontianak-Ketapang (PP) sebanyak 2 kali seminggu dengan tarif relatif lebih murah dari menggunakan trasportasi udara.
E. Keselamatan Penerbangan
Untuk keselamatan penerbangan, oleh Pelabuhan Udara Supadio Pontianak Selaku Supervisi (pada waktu itu) secara berangsur-angsur dipenuhi kelengkapan-kelengkapan seperti NDB dan lain-lain, dan pihak Pemerintah daerah Kabupaten Ketapang mengusahakan Personil dan keperluan administrasi, keamanan yang juga dibantu pihak Polres Ketapang. Fasilitas yang disediakan Pemerintah Daerah jauh dari memadai.
G. Masa Periode Kepemimpinan Kepala Kantor Bandar Udara Rahadi Oesman Ketapang.
1. H.A Dirham H.D dari tahun 1977 sampai dengan tahun 1986
2. Slamet dari tahun 1986 sampai dengan tahun 1995
3. Maridjo dari tahun 1995 sampai dengan tahun 2000
4. Warsito dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2006
5. Banggas Silitonga, SE, MM dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2010
6. Usdek Luthermand, ST dari tahun 2010 sampai dengan 2016
7. Suhardoyo dari tahun 2016 sampai dengan bulan Agustus tahun 2019
8. Amran, ST dari bulan Desember tahun 2019 sampai dengan Mei 2025
9. Dwi Muji Raharjo, S.SiT., M.T dari bulan Mei tahun 2025 sampai sekarang.
Terakhir diperbarui: 14 Jun 2026