Tentang Bandara
Terakhir diperbarui: 20 Agt 2026
Sejarah Singkat
Bandara Mali (kode IATA: ARD, ICAO: WATM), yang juga dikenal sebagai Alor Island Airport, adalah bandar udara domestik yang melayani Kalabahi, ibu kota Kabupaten Alor di Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur. Bandara ini terletak di Kabola, Kabupaten Alor, sekitar 18 km dari pusat kota Kalabahi.
Nama "Mali" berakar dari tradisi dan legenda lokal yang kuat, sering dikaitkan dengan sejarah wilayah pesisir Pulau Alor, khususnya di sekitar lokasi bandara saat ini.
Sebagai salah satu dari dua bandara di Kabupaten Alor, dengan bandara lainnya adalah Bandara Kabir di Pulau Pantar, Bandara Mali merupakan bandara terbesar dan tersibuk di kabupaten tersebut, sekaligus pintu gerbang utama menuju Kalabahi, Pulau Alor, dan Kepulauan Alor yang lebih luas.
Wajah baru Bandara Mali berawal dari sebuah sayembara desain yang digelar untuk merancang master plan pengembangan bandara. Sayembara tersebut mengusung desain yang mengedepankan kearifan lokal masyarakat Alor, dan dimenangkan oleh PT Nataneka, yang desainnya kemudian dijadikan master plan pembangunan Bandara Mali. Rencana pengembangan ini mencakup landasan pacu yang lebih panjang serta model terminal yang modern namun tetap mencirikan kearifan lokal.
Proses pembangunan terminal baru sempat mengalami hambatan akibat pandemi. Pada November 2020, Bupati Alor Amon Djobo menyampaikan bahwa pembangunan terminal seharusnya sudah selesai pada tahun itu, namun terhenti sementara karena COVID-19, dan direncanakan dilanjutkan kembali tahun berikutnya dengan target penyelesaian pada akhir 2021. Pembangunan terminal baru ini juga menjadi bagian dari rencana besar menjadikan Bandara Mali sebagai bandara berstandar internasional guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan konektivitas Kabupaten Alor.
Terminal baru akhirnya rampung dan mulai dioperasikan sekitar awal 2022. Bangunan terminal ini dibangun dengan arsitektur dua lantai yang megah dan menarik, dengan bentuk bangunan yang dihasilkan melalui sayembara, serta dilengkapi fasilitas operasional berstandar internasional, setara dengan bandara-bandara internasional lainnya. Pengoperasian terminal baru ini dimulai beberapa minggu setelah kunjungan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, ke Alor, sebagaimana disampaikan oleh Kepala UPBU Bandara Mali-Alor saat itu.
Kini, sesuai data resmi Kemenhub, Bandara Mali memiliki terminal domestik seluas 600 m², dan sejak tahun 2020 landasan pacu telah diperpanjang menjadi 1.850 m sehingga pesawat jenis Boeing dapat mendarat di bandara ini. Secara teknis, bandara ini kini tergolong bandara kelas III dengan klasifikasi 3C, berada di bawah pengawasan Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Denpasar, dengan landasan pacu yang mampu didarati pesawat ATR 72, serta apron berukuran 100 m × 40 m.
Saat ini, Bandara Mali dilayani oleh maskapai Wings Air dengan rute dari dan menuju Kupang. Sebelumnya bandara ini juga memiliki rute menuju Denpasar, Bali, meski layanan tersebut kini sudah tidak beroperasi lagi.
Terakhir diperbarui: 20 Agt 2026