Jl. Soeharto No. 1 085338546311 bandaratmcntt@gmail.com
Jl. Soeharto No. 1 085338546311 bandaratmcntt@gmail.com

Sejarah Singkat

Bandar Udara Lede Kalumbang adalah bandar udara yang berlokasi di Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan menjadi salah satu infrastruktur vital dalam mendukung konektivitas transportasi udara di Pulau Sumba. Bandara ini pertama kali dibangun pada tahun 1945 oleh pemerintah Jepang dan dikenal dengan nama Bandara Tambolaka. Seiring perkembangan kebutuhan masyarakat dan meningkatnya mobilitas transportasi udara, bandara ini mengalami berbagai tahapan renovasi dan perluasan, antara lain pengaspalan landasan pacu pada tahun 1982, perpanjangan landasan untuk dapat didarati pesawat Fokker 27 pada tahun 1996, serta penebalan dan perpanjangan lebih lanjut pada tahun 2005 hingga dapat melayani pesawat jet sekelas Fokker 28 dan Fokker 100.

Puncak pengembangan infrastruktur ditandai dengan pembangunan terminal baru pada tahun 2015 yang diresmikan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan penumpang sekaligus memberikan kenyamanan serta standar pelayanan yang lebih baik.
Melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 206 Tahun 2022, pada tanggal 7 November 2022, nama Bandara Tambolaka resmi berubah menjadi Bandar Udara Lede Kalumbang. Pergantian nama ini merupakan bentuk penghormatan kepada Lede Kalumbang, Bupati pertama Kabupaten Sumba Barat yang dikukuhkan pada tahun 1958, atas dedikasi dan kontribusinya dalam membangun fondasi pembangunan daerah. Dengan panjang landasan pacu 2.300 meter dan lebar 45 meter, Bandar Udara Lede Kalumbang saat ini mampu melayani berbagai jenis pesawat berbadan sedang, termasuk Boeing 737, sehingga membuka akses yang lebih luas terhadap penerbangan domestik dari dan menuju Sumba.

Selain fungsi utamanya sebagai sarana transportasi udara, Bandar Udara Lede Kalumbang juga berperan strategis sebagai penghubung utama sektor pariwisata dan ekonomi Pulau Sumba. Keindahan alam dan budaya Sumba yang semakin dikenal luas, menjadikan bandara ini sebagai pintu masuk utama wisatawan domestik maupun mancanegara. Kehadiran maskapai nasional dengan rute reguler dari Denpasar, Kupang, dan Surabaya turut memperkuat peran bandara ini sebagai simpul transportasi penting yang mendukung pertumbuhan pariwisata, perdagangan, serta mobilitas masyarakat.

Dengan komitmen untuk terus meningkatkan pelayanan, Bandar Udara Lede Kalumbang senantiasa mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan. Melalui peran dan fungsi strategisnya, bandara ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mendorong pembangunan daerah, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumba dan Nusa Tenggara Timur secara keseluruhan.