Tentang Bandara
Terakhir diperbarui: 10 Jun 2026
Sejarah Singkat

Bandar Udara Komodo dibangun pada tahun 1975, semula Landas Pacu Bandar Udara komodo adalah konstruksi rumput dengan arah Timur – Barat. Setelah dilakukan uji coba penerbangan arah landasan timur – barat terdapat obstacle/halangan maka arah landasan dirubah menjadi utara – selatan. Bandar Udara Komodo semula bernama Pelabuhan Udara Mutiara II yang diresmikan pada tahun 1980 oleh Menteri Perhubungan Rusmin Nuryandi dan Gubernur NTT Ben Mboy Serta Bupati manggarai Frans Sales Lega. Pada tahun 1986/1987 Landas Pacu Bandar Udara Komodo dibangun dengan konstruksi Flexible yang dikerjakan oleh PT. Waskita Karya.
Pada tahun 1991 dengan mulai terkenalnya binatang purba yaitu komodo maka dengan usulan pemerintah setempat nama Pelabuahan Udara Mutiara II diganti menjadi Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo sampai sekarang. Bandara ini terletak di Pulau Flores, dengan luas Terminal Penumpang 240 m2 dan Panjang Landasan 1.200 m x 30 m dapat melayani pesawat Cesna & casa 212. Tahun 2010 perluasan terminal penumpang dengan bentuk rumah panjang dengan luas 1.500 m2 dengan kapasitas penumpang 35.000 pnp/Tahun. Pada tahun 2003 bandara melakukan perpanjangan landasan pacu 450 m untuk melayani MA 60 & ATR 42 sehingga menjadi 1650 m x 30 m. Pada tahun 2007 dilakukan perpanjangan lagi sepanjang 200 meter sehingga dapat melayani B.737-500. Tahun 2013 bandara komodo melakukan perpanjangan landasan pacu sepanjang 300 meter sehingga menjadi 2.150 m x 30 m. pada tahun 2015 bandara melakukan perpanjangan dan pelebaran landas pacu menjadi 2.250 m x 45 m untuk melayani B.737NG/ER Terbatas , pembuatan pararel taxiway serta pembuatan terminal baru seluasd 6.650 m2 dengan kapasitas 711.965 Pnp/ Tahun. Hingga pada tahun 2021-2022 dilakukan Perpanjangan runway 2.450 m x 45 m menjadi 2.650 m x 45 m dan Perluasan serta Beautifikasi terminal penumpang (2021- 2022).
Pada tahun 1991 dengan mulai terkenalnya binatang purba yaitu komodo maka dengan usulan pemerintah setempat nama Pelabuahan Udara Mutiara II diganti menjadi Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo sampai sekarang. Bandara ini terletak di Pulau Flores, dengan luas Terminal Penumpang 240 m2 dan Panjang Landasan 1.200 m x 30 m dapat melayani pesawat Cesna & casa 212. Tahun 2010 perluasan terminal penumpang dengan bentuk rumah panjang dengan luas 1.500 m2 dengan kapasitas penumpang 35.000 pnp/Tahun. Pada tahun 2003 bandara melakukan perpanjangan landasan pacu 450 m untuk melayani MA 60 & ATR 42 sehingga menjadi 1650 m x 30 m. Pada tahun 2007 dilakukan perpanjangan lagi sepanjang 200 meter sehingga dapat melayani B.737-500. Tahun 2013 bandara komodo melakukan perpanjangan landasan pacu sepanjang 300 meter sehingga menjadi 2.150 m x 30 m. pada tahun 2015 bandara melakukan perpanjangan dan pelebaran landas pacu menjadi 2.250 m x 45 m untuk melayani B.737NG/ER Terbatas , pembuatan pararel taxiway serta pembuatan terminal baru seluasd 6.650 m2 dengan kapasitas 711.965 Pnp/ Tahun. Hingga pada tahun 2021-2022 dilakukan Perpanjangan runway 2.450 m x 45 m menjadi 2.650 m x 45 m dan Perluasan serta Beautifikasi terminal penumpang (2021- 2022).
Terakhir diperbarui: 10 Jun 2026