Operasional Penerbangan · · 3 menit baca · 798 dilihat

BANDARA KOMODO TETAP BEROPERASI DENGAN PEMBATASAN PASCA GEMPA MAGNITUDO 7,7 SR

BANDARA KOMODO TETAP BEROPERASI DENGAN PEMBATASAN PASCA GEMPA MAGNITUDO 7,7 SR
Klik untuk perbesar
Labuan Bajo, 15 Agustus 2026 — Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo, tetap melaksanakan operasional penerbangan dengan pembatasan pada area tertentu pascakejadian gempa bumi magnitudo 7,7 SR berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Sejak kejadian gempa, jajaran Bandar Udara Komodo langsung melakukan respons cepat melalui pemeriksaan terhadap personel, fasilitas, peralatan, serta area sisi udara dan sisi darat untuk memastikan kondisi bandar udara dan menentukan langkah operasional yang tepat.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Runway dan apron terpantau dalam kondisi baik dan tetap dapat digunakan untuk mendukung operasional penerbangan.
Namun demikian, pemeriksaan menemukan adanya retakan pada salah satu area taxiway. Sebagai langkah antisipasi dan untuk menjamin keselamatan penerbangan, area tersebut untuk sementara dilakukan pembatasan dan pemeriksaan teknis lebih lanjut sebelum dapat digunakan kembali secara normal.
Dampak gempa juga ditemukan pada sejumlah fasilitas bangunan, antara lain Fire Station, area terminal sisi darat, dan Gedung Administrasi. Terhadap fasilitas yang terdampak, tim teknis segera melakukan pemeriksaan, pengamanan area, serta identifikasi tingkat kerusakan untuk menentukan langkah penanganan dan pemulihan.
Khusus pada area terminal, upaya percepatan pemulihan terus dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat dan pengguna jasa penerbangan dapat tetap berlangsung. Penataan area, pembersihan, pengamanan fasilitas, serta pemeriksaan teknis dilakukan secara bertahap dengan tetap memastikan setiap bagian yang digunakan telah memenuhi aspek keselamatan dan kelayakan.
Bandar Udara Komodo juga melakukan mobilisasi sumber daya dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mempercepat proses pemulihan fasilitas yang terdampak. Area terminal yang masih aman dan layak akan terus dioptimalkan untuk mendukung pelayanan penumpang, sementara area yang memerlukan penanganan lebih lanjut akan dibatasi sampai dinyatakan aman untuk digunakan.
“Keselamatan adalah prioritas utama kami. Setelah gempa terjadi, kami langsung bergerak melakukan pemeriksaan dan pengamanan terhadap seluruh fasilitas yang terdampak. Di sisi lain, kami juga terus melakukan percepatan pemulihan, khususnya pada area terminal, agar pelayanan kepada masyarakat tetap dapat berjalan sebaik mungkin. Prinsip kami adalah cepat dalam menangani, tetapi tetap tepat dan tidak mengabaikan aspek keselamatan,” ujar Kepala Kantor UPBU Kelas II Komodo.
Dari sisi kelistrikan, pasokan PLN sempat mengalami pemadaman. Untuk menjaga keberlangsungan operasional, Bandar Udara Komodo segera mengaktifkan genset sebagai sumber listrik cadangan. Sementara itu, fasilitas yang berkaitan dengan keselamatan penerbangan, keamanan, komunikasi, dan navigasi berdasarkan pemeriksaan awal tetap dapat berfungsi dan mendukung operasional bandar udara.
Dalam menghadapi kondisi pascagempa, Bandar Udara Komodo terus berkoordinasi dengan BMKG, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, serta instansi terkait lainnya, termasuk dalam memantau perkembangan kondisi gempa dan potensi gempa susulan.
“Kami memahami bahwa kondisi seperti ini dapat menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat dan pengguna jasa. Karena itu, kami memastikan bahwa setiap keputusan operasional diambil berdasarkan hasil pemeriksaan dan pertimbangan keselamatan. Kami juga akan terus memberikan informasi perkembangan kondisi bandar udara secara terbuka melalui kanal komunikasi resmi,” lanjutnya.
Bandar Udara Komodo mengimbau kepada seluruh pengguna jasa untuk tetap tenang, mengikuti arahan petugas di lapangan, dan selalu memperhatikan informasi resmi terkait operasional penerbangan.
Bandar Udara Komodo berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat, menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan, serta mempercepat pemulihan fasilitas terdampak agar pelayanan penerbangan dapat kembali berjalan secara optimal.
Bandara Komodo — Tertib, Aman, Berkesan dan Estetik (TABE).

Artikel diperbarui terakhir: 15 August 2026

Bagikan: