Tentang Bandara
Sejarah Singkat
SEJARAH BANDARA EMALAMO

Bandara Emalamo merupakan bandar udara yang berada di Desa Wai Ipa, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara. Bandara ini menjadi salah satu akses transportasi udara penting bagi masyarakat Kepulauan Sula untuk menghubungkan wilayah Sanana dengan kota-kota lain di Maluku Utara dan sekitarnya.
Pembangunan Bandara Emalamo dimulai pada tahun 1974 dan mulai beroperasi sekitar tahun 1980. Pada masa itu, wilayah Sanana masih menjadi bagian dari Kabupaten Maluku Utara sebelum terbentuknya Kabupaten Kepulauan Sula. Bandara ini dibangun di atas lahan sekitar 213.000 meter persegi yang berada di wilayah Desa Wai Ipa dan Desa Umaloya.
Bandara Emalamo memiliki landasan pacu awal sepanjang 1.100 meter dan berfungsi sebagai bandara perintis untuk mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pelayanan pemerintahan di daerah kepulauan yang cukup terpencil. Letaknya sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Sanana.
Dalam perjalanannya, Bandara Emalamo sempat mengalami berbagai persoalan, terutama terkait sengketa lahan antara pemerintah daerah dan sebagian masyarakat pemilik lahan. Konflik tersebut menyebabkan aktivitas bandara sempat terhenti dan landasan pacu diblokir warga sejak Desember 2011 hingga Mei 2015. Sengketa ini bahkan berlanjut hingga proses hukum di pengadilan.
Setelah melalui proses penyelesaian dan koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat, operasional bandara kembali dibuka secara bertahap. Beberapa maskapai kembali melayani penerbangan menuju Sanana untuk mendukung konektivitas wilayah Kepulauan Sula.
Pada perkembangan terbaru, status lahan Bandara Emalamo telah diserahkan kepada pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, sehingga pengelolaan dan pengembangan bandara kini berada dalam koordinasi pemerintah pusat.