Focus Group Discussion (FGD) "Penguatan Mitigasi Bahaya Layang-Layang Guna Meningkatkan Keselamatan Penerbangan"
12 Oktober 2026
2
menit baca
Mangupura, 12 Oktober 2026 - Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bapak Cecep Kurniawan menghadiri sekaligus membuka acara kegiatan Focus Group Discussion (FGD) "Penguatan Mitigasi Bahaya Layang-Layang Guna Meningkatkan Keselamatan Penerbangan" yang dilaksakan di Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali.
Menerbangkan layang-layang merupakan salah satu tradisi budaya yang paling dinamis dan mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Bali. Suasana langit yang dihiasi beragam bentuk layangan saat musim angin tiba menjadi simbol keceriaan, kebersamaan, dan keharmonisan. Namun, di balik keindahan budaya tersebut, terdapat tanggung jawab moral bersama untuk memastikan keamanannya bagi ruang udara publik.

Di kawasan sekitar Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai—yang ditetapkan sebagai Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP)—aktivitas layang-layang memerlukan perhatian ekstra. Benang gelasan, kawat, hingga kerangka layangan yang berada di jalur approach maupun take-off pesawat dan helikopter berpotensi tinggi memicu gangguan mekanis serius yang membahayakan jiwa awak serta penumpang.
Mengusung semangat pendekatan humanis dan edukatif, Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV terus mendorong pentingnya ekosistem kolaborasi lintas sektor. Langkah ini bermaksud menjaga agar budaya tetap lestari tanpa mengorbankan keselamatan transportasi udara.
Pendekatan pencegahan yang mengedepankan kearifan lokal menjadi fondasi utama. Nilai Tri Hita Karana menguraikan pentingnya hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. Menjaga keselamatan penerbangan adalah wujud nyata dari upaya melindungi keselamatan jiwa sesama (Pawongan).
Melalui sinergi bersama Persatuan Layangan Bali (PELANGI), jajaran Desa Adat, Dinas Perhubungan, operator helikopter/maskapai, serta aparat keamanan, dirumuskan tiga pilar aksi nyata:
- Edukasi Dini & Terstruktur: Mengajak dialog warga di banjar-banjar, sekolah, dan komunitas pelayang mengenai batasan zona aman dan panduan ketinggian.
- Patroli Terpadu Berbasis Komunitas: Meningkatkan pemantauan di lapangan secara humanis melibatkan Pecalang dan aparat setempat.
- SOP Pelaporan Cepat: Membangun alur komunikasi terpadu antara pilot, Air Traffic Control (ATC), dan tim penertiban di darat untuk merespons potensi bahaya secara real-time.
Harapan Bersama aKeselamatan penerbangan bukanlah sekadar penegakan aturan hukum, melainkan bentuk kepedulian kolektif. Dengan mengarahkan aktivitas bermain layang-layang ke zona yang aman di luar koridor penerbangan bandara, masyarakat Bali membuktikan bahwa keselamatan transportasi modern dan kelestarian budaya tradisional dapat senantiasa mengangkasa bersama secara harmonis.
#kemenhub151
#kemenhub
#djpu_151
#otbanbali
#keselamatanpenerbangan
#keselamatanpenerbangan
@kemenhub151
@djpu_151