Sejarah Singkat

Sejarah.jpgSejarah Singkat Bandar Udara Wiriadinata Tasikmalaya
A. Awal Pengoperasian
     Bandar Udara Wiriadinata pada awalnya merupakan pangkalan udara militer yang dikenal sebagai Landasan Udara Cibereum atau Lanud Tasikmalaya. Pangkalan udara militer ini merupakan peninggalan masa kolonial Belanda yang kemudian dikelola oleh TNI Angkatan Udara. Pada tanggal 20 September 2001, namanya diubah menjadi Pangkalan Udara Wiriadinata untuk menghormati Raden Atje Wiriadinata, tokoh yang dikenal sebagai pelopor pasukan Paskhas TNI AU.
      Dalam rangka meningkatkan konektivitas wilayah Priangan Timur dan Selatan, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mulai mengembangkan bandara ini sebagai enclave sipil. Pada tahun 2017 ditandatangani kerja sama antara TNI AU, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Pemerintah Kota Tasikmalaya sehingga Bandara Wiriadinata dapat melayani penerbangan komersial.
   Seiring pengembangan tersebut, pengelolaan pelayanan bandar udara dilaksanakan oleh Satuan Pelayanan Bandar Udara Wiriadinata Tasikmalaya, yang merupakan unit pelaksana teknis di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Satuan Pelayanan Bandar Udara bertugas menyelenggarakan pelayanan operasional bandara, keselamatan, keamanan penerbangan, serta pemeliharaan fasilitas bandar udara. Saat ini status bandara tercatat sebagai Kelas Satpel BU yang dikelola oleh UPT Direktorat Jenderal Perhubungan Udara di bawah Kantor UPBU Kelas III Cakrabhuwana Cirebon.
B. Pengembangan Fasilitas
     Perkembangan Fasilitas penting terjadi pada tahun 2017–2018 ketika landasan pacu diperpanjang dari 1.200 meter tahun 2017 menjadi 1.600 meter tahun 2017 - 2018, fasilitas sisi udara dan sisi darat ditingkatkan, serta terminal penumpang baru dibangun. Terminal tersebut diresmikan oleh Bapak Joko Widodo pada 27 Februari 2019.
C. Jenis Pesawat Beroperasi
     Satuan Pelayanan Bandar Udara Wiriadinata melayani penerbangan sipil dan militer. Panjang landasan pacunya sekitar 1.600 meter, Satuan Pelayanan Bandar Udara Wiriadinata dapat beroperasi dengan pesawat turboprop berkapasitas menengah seperti halnya : ATR-72 500/ 600, Cessna 208 Caravan, CN-235, C-130 Hercules dan pesawat latih milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara yang beroperasi dari kawasan pangkalan udara Wiriadinata.

Terakhir diperbarui: 22 Jul 2026