Tentang Bandara
Sejarah Singkat
Sejarah Bandar Udara Trunojoyo
Bandar Udara Trunojoyo merupakan bandar udara yang berada di Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, dan menjadi salah satu infrastruktur transportasi strategis yang mendukung konektivitas wilayah Madura, khususnya kawasan timur dan kepulauan. Nama “Trunojoyo” diambil dari nama Trunojoyo sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai perjuangan dan identitas masyarakat Madura.
Pembangunan bandar udara ini dimulai pada akhir dekade 1970-an dan mulai dikenal sejak tahun 1979. Pada masa awal operasional, Bandara Trunojoyo memiliki landasan pacu sepanjang sekitar 850 meter dengan lebar 23 meter. Sebelumnya, pada Januari 1976 tercatat pendaratan pesawat komersial pertama di Madura oleh maskapai Merpati Nusantara Airlines, yang menjadi tonggak awal perkembangan transportasi udara di wilayah Sumenep. Pada tahun 1979, bandara juga mulai dimanfaatkan untuk mendukung keberangkatan jemaah haji asal Sumenep menuju Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.
Pada periode awal, pengelolaan bandar udara berada di bawah Pemerintah Kabupaten Sumenep. Seiring meningkatnya kebutuhan pelayanan dan pengembangan infrastruktur, pada tahun 2009 pengelolaan Bandara Trunojoyo dialihkan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan. Sejak saat itu, bandar udara mulai diarahkan untuk mendukung layanan penerbangan perintis serta pengembangan sektor transportasi udara regional.
Memasuki tahun 2010, pengembangan infrastruktur dilakukan secara bertahap melalui perluasan area dan peningkatan fasilitas operasional. Landasan pacu diperpanjang dari 850 meter menjadi 1.600 meter dan diperlebar menjadi 30 meter agar dapat melayani pesawat dengan kapasitas yang lebih besar. Pemerintah daerah dan pemerintah pusat juga melakukan pembebasan lahan serta pembangunan sarana pendukung untuk meningkatkan fungsi bandara menjadi bandar udara yang lebih representatif bagi masyarakat Sumenep dan wilayah sekitarnya.
Perkembangan berikutnya ditandai dengan dimulainya kembali layanan penerbangan perintis dan komersial secara bertahap. Pada tahun 2015, penerbangan perintis mulai beroperasi kembali sehingga membuka akses udara yang lebih luas bagi masyarakat Madura dan kawasan kepulauan.
Tonggak penting dalam sejarah Bandar Udara Trunojoyo terjadi pada tanggal 20 April 2022 ketika terminal baru bandara diresmikan oleh Joko Widodo. Revitalisasi tersebut menghadirkan fasilitas yang lebih modern dengan kapasitas pelayanan yang meningkat sehingga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi, pengembangan pariwisata, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Sumenep dan kawasan kepulauan Jawa Timur.
Saat ini, Bandar Udara Trunojoyo berperan sebagai gerbang transportasi udara Kabupaten Sumenep yang mendukung mobilitas masyarakat, pelayanan publik, distribusi logistik, serta pemerataan pembangunan wilayah kepulauan.