Lewati ke konten utama

Sejarah Singkat

Bandara bima dulu.jpgBandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin merupakan bandar udara yang terletak di Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bandar udara ini memiliki kode IATA: BMU dan ICAO: WADB, serta merupakan Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Nama Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin diambil sebagai bentuk penghormatan kepada Sultan Muhammad Salahuddin, tokoh penting dalam sejarah Kesultanan Bima. Sultan Muhammad Salahuddin dikenal sebagai Sultan terakhir Kesultanan Bima yang memerintah pada masa peralihan, dari akhir masa penjajahan hingga awal kemerdekaan Republik Indonesia, sekitar tahun 1915 sampai dengan 1951. Penggunaan nama tersebut mencerminkan penghormatan terhadap sejarah, budaya, dan identitas masyarakat Bima. 

Dalam perjalanan sejarahnya, pengelolaan Bandar Udara Bima pada awalnya berada di bawah Pemerintah Daerah Kabupaten Bima. Sekitar tahun 1969, pengelolaan bandar udara diserahterimakan kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan. Sejak saat itu, pengelolaan dan pengembangan bandar udara terus dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan transportasi udara serta mendukung konektivitas wilayah Bima dan sekitarnya.
WhatsApp Image 2026-08-18 at 111730.jpgSeiring dengan perkembangan kebutuhan transportasi udara, Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin terus mengalami peningkatan dan pengembangan fasilitas. Bandar udara ini memiliki peran strategis sebagai salah satu pintu gerbang transportasi udara di Pulau Sumbawa, khususnya dalam melayani mobilitas masyarakat Kabupaten Bima, Kota Bima, Kabupaten Dompu, dan wilayah sekitarnya.

Saat ini, Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin berstatus sebagai bandar udara umum untuk penerbangan domestik. Dengan landas pacu berukuran 2.200 meter × 30 meter dan klasifikasi bandar udara 4C, bandar udara ini terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa penerbangan.

Sebagai bagian dari jaringan transportasi nasional, Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin tidak hanya berperan dalam menyediakan aksesibilitas dan konektivitas antardaerah, tetapi juga menjadi salah satu infrastruktur penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, pelayanan pemerintahan, mobilitas masyarakat, serta pengembangan potensi daerah di wilayah Bima dan sekitarnya.
Ke depan, Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin diharapkan terus berkembang sebagai simpul transportasi udara yang andal, aman, selamat, dan berorientasi pada pelayanan prima, sekaligus menjadi bagian penting dalam mendukung kemajuan dan pembangunan wilayah Bima serta Nusa Tenggara Barat.




Terakhir diperbarui: 26 Agt 2026