Lewati ke konten utama

Sejarah Singkat

SEJARAH BANDARA SUGIMANURU

Bandara Sugimanuru merupakan bandar udara domestik di Desa Kusambi, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, dengan kode ICAO WAWR dan IATA RAQ. Bandara ini berstatus UPBU Kelas III, dikelola oleh UPT Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan berada di bawah pembinaan Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar.
Nama Sugimanuru diambil dari Sugi Manuru, Raja Muna ke-VI, yang dikenal adil dan bijaksana. Bandara ini dibangun pada masa pendudukan Jepang sebagai pangkalan militer, kemudian direhabilitasi dan mulai melayani penerbangan sipil pada 1984. Setelah kembali aktif pada 2005 dan pembangunan landasan pacu baru pada 2007, Bandara Sugimanuru terus berperan sebagai pintu gerbang transportasi udara dan pendukung konektivitas serta pembangunan Muna Barat.images.jpg
Bandara Sugimanuru tidak hanya menjadi bagian penting dalam konektivitas wilayah Muna Barat, tetapi juga menampilkan identitas dan kekayaan budaya masyarakat Muna melalui berbagai ornamen dan elemen yang terdapat di area bandara.
Salah satunya adalah patung kuda yang berada di area Terminal Bandara Sugimanuru. Patung tersebut menggambarkan Pogiraha Adhara, yaitu tradisi perang kuda yang menjadi salah satu bagian dari adat dan budaya masyarakat Muna. Dua ekor kuda yang digambarkan sedang berhadapan menjadi simbol dari tradisi tersebut sekaligus menjadi ikon budaya yang memperkuat identitas Bandara Sugimanuru.
Selain itu, pada pintu masuk Bandara Sugimanuru terdapat motif batik khas Muna. Motif tersebut menjadi elemen dekoratif yang menampilkan kekayaan seni dan budaya masyarakat Muna. Penggunaan motif batik pada bangunan bandara tidak hanya memperindah tampilan, tetapi juga menjadi bentuk pengenalan dan pelestarian budaya lokal kepada masyarakat dan para pengguna jasa yang datang ke Muna Barat.Sementara itu, ornamen berbentuk layang-layang pada gedung Terminal Bandara Sugimanuru terinspirasi dari layang-layang tradisional Muna. Bentuk tersebut merujuk pada peninggalan layang-layang kuno yang ditemukan di salah satu gua di wilayah Muna dan menjadi bagian dari kekayaan sejarah serta budaya masyarakat Muna.Berbagai unsur budaya tersebut menjadikan Bandara Sugimanuru tidak sekadar sebagai fasilitas transportasi udara, tetapi juga sebagai ruang yang memperkenalkan sejarah, adat, seni, dan identitas budaya Muna. Melalui arsitektur dan ornamen yang ditampilkan, setiap masyarakat dan pengguna jasa yang datang dapat mengenal lebih dekat kekayaan budaya yang dimiliki Muna.
WhatsApp Image 2026-09-30 at 11.57.29.jpeg

Terakhir diperbarui: 30 Sep 2026