Tentang Bandara
Sejarah Singkat
ERA PERANG DUNIA II
Rendani sudah eksis sejak pemerintahan colonial Belanda di Papua (Hindia-Belanda). Bandara Rendani melayani penerbangan berjadwal bagi maskapai Nederland Nieuw Guinea Luchtvaart Maatschappij (NNGLM) "De Kroonduif" untuk rute berjadwal antara Hollandia/Kota Jayapura, Biak, Manokwari, Sorong, Merauke, dan Jayawijaya dengan pesawat DC-3.
Setelah wilayah Papua diserahkan ke Pemerintah Indonesia pada tahun 1963, pengelolaan bandara dan asetnya beralih ke Negara Kesatuan Republik Indonesia.
ERA 1980-an
Dikelola oleh Departemen Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
TAHUN 2014
Perubahan Klasifikasi Bandar Udara menjadi Bandara Kelas II, berdasarkan PM 40 Tahun 2014.
TAHUN 2023
Ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum berdasarkan KM 241 Tahun 2023.