Tentang Bandara
Sejarah Singkat
Bandara Namrole mulai dibangun pada tahun 2005 untuk melayani penerbangan perintis di wilayah Kabupaten Buru Selatan, Maluku. Sejak diresmikan, bandara yang dikelola oleh Kementerian Perhubungan ini telah mengalami sejumlah peningkatan insfrastruktur dan fasilitas guna mendukung konektivitas masyarakat.
Berikut adalah tonggak sejarah dan perkembangan penting Bandara Namrole :
Berikut adalah tonggak sejarah dan perkembangan penting Bandara Namrole :
- Awal pemabangunan (2005) : Bandara ini dibangun pada tahun 2005. Pada masa-masa awal beroperasinya, landasan pacu (runway) yang dimiliki relatif pendek, yakni berukuran 950 x 30 meter, dengan jenis pesawat terbatas yang melayani rute Ambon - Namrole.
- Perpanjangan Landasan Pacu : Mengingat tingginya permintaan mobilitas, terutama saat musim ombak laut, pemerintah merencanakan dan melakukan perpanjangan landasan pacu secara bertahap hingga mencapai 1.200 x 30 meter dengan material aspal hotmix agar dapat melayani pesawat sekelas ATR 42-300.
- Pembangunan Terminal Baru : Demi kenyamanan penumpang dan pergerakan ekonomi terus tumbuh, sebuah terminal baru diresmikan dan mulai beroperasi pada Desember 2025. Fasilitas ini menggantikan bangunan lama yang kapasitasnya terbatas.
- Frekuensi Penerbangan : Didukung oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Namrole di bawah naungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, frekuensi penerbangan rute Ambon - Namrole terus dioptimalkan hingga melayani penerbangan beberapa kali dalam seminggu.