Sejarah Singkat

Pembangunan Bandara Melonguane diawali dengan adanya Pemberantasan Hama Sexava. Pada Tahun 1971 Pemerintah pusat mulai merumuskan langkah penanggulangan hama sexava yang merusak perkebunan kelapa di Kepulauan Talaud. Pada Februari 1972 dimulai pembukaan lahan dan pembangunan bandara, dilanjutkan dengan Pembersihan lahan (kelapa, pala, pisang), Ganti rugi kepada masyarakat pengerahan tenaga kerja ±2.500 orang dari wilayah Lirung dan Beo dengan Spesifikasi awal Panjang runway ±1000 - 1150 m dan Lebar 30 m. Pada 21 Juni 1972 Menteri Pertanian dan Menteri Perhubungan melakukan kunjungan ke Talaud dalam rangka kegiatan Peresmian lapangan udara dan Pelaksanaan penyemprotan hama sexava dari udara. Tahap ini merupakan implementasi langsung dari instruksi Presiden, di mana Bandara berfungsi sebagai basis operasi pengendalian hama Teknologi udara mulai digunakan secara nyata di Talaud. (Sumber: Berdasarkan catatan local yang disusun oleh Kepala Wilayah Perwakilan Kecamatan Melonguane pada masa itu)
Terakhir diperbarui: 30 May 2026