Tentang Bandara
Terakhir diperbarui: 16 Jun 2026
Sejarah Singkat
Bandar Udara Mathilda Batlayeri (MTB) di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, dibangun mulai 2010 dan diresmikan Mei 2014 untuk menggantikan Bandara Olilit yang sudah tidak layak kembangkan. Bandara ini dinamai berdasarkan pahlawan perempuan asal Tanimbar, Mathilda Batlayeri, yang gugur mempertahankan pos polisi pada 1953.
Sejarah dan Pengembangan Bandara Mathilda Batlayeri:
- Latar Belakang: Pembangunan bandara baru diperlukan karena Bandar Udara Olilit berada di tengah kota Saumlaki, sehingga sulit untuk memperpanjang landasan pacu guna melayani pesawat yang lebih besar.
- Pembangunan & Operasional: Konstruksi dimulai pada 2010 dan selesai pada 2013. Bandara berlokasi di Amtufu ini mulai beroperasi resmi pada Mei 2014.
- Asal-usul Nama: Diambil dari nama Mathilda Batlayeri (lahir di Sifnana, Saumlaki), seorang Bhayangkari pemberani yang gugur bersama anak-anaknya saat melawan gerombolan pemberontak di Kalimantan Selatan pada tahun 1953.
- Pengembangan Berkelanjutan: Pada tahun 2021, pemerintah pusat menganggarkan dana untuk pengembangan terminal baru dan perpanjangan landasan pacu sepanjang 300 meter untuk meningkatkan pelayanan.
- Pengelolaan: Bandara ini dikelola oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Ditjen Hubud kelas III.
Bandara ini menjadi gerbang udara penting bagi Kabupaten Kepulauan Tanimbar, menghubungkan wilayah Maluku Tenggara Barat dengan pusat ekonomi lain di Indonesia.
Terakhir diperbarui: 16 Jun 2026