Taxiway
Taxiway atau landas hubung adalah jalur yang digunakan pesawat untuk bergerak (taxi) di area bandara dengan kecepatan rendah. Jalur ini menghubungkan runway (landas pacu) dengan apron, hanggar, maupun fasilitas operasional lainnya.
Setelah pesawat mendarat di runway, pesawat akan bergerak melalui taxiway menuju apron untuk menurunkan penumpang. Sebaliknya, sebelum lepas landas, pesawat akan bergerak dari apron menuju runway melalui taxiway.
Fungsi Taxiway
Menghubungkan runway dengan apron.
Menjadi jalur pergerakan pesawat sebelum lepas landas.
Menjadi jalur pesawat setelah mendarat menuju area parkir.
Membantu kelancaran dan keamanan lalu lintas pesawat di area bandara.
Bandara Iskandar memiliki dua taxiway, yaitu:
- Taxiway A
- Taxiway B
Kedua taxiway tersebut memiliki spesifikasi yang sama dan berfungsi sebagai jalur penghubung antara runway dengan apron sehingga pergerakan pesawat dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan efisien.
Spesifikasi Taxiway Bandara Iskandar
- Jumlah Taxiway: 2 (Taxiway A dan Taxiway B)
- Panjang × Lebar: 87 meter × 23 meter
- Daya Dukung: PCR 400 F/C/X/T
- Jenis Konstruksi: Asphalt Concrete (Aspal Beton)
- Kemiringan (Slope): 1,5%
Apa Arti Data Tersebut?
Panjang × Lebar (87 m × 23 m)
Masing-masing taxiway memiliki panjang 87 meter dan lebar 23 meter. Dimensi ini dirancang agar pesawat dapat bergerak dengan aman dari runway menuju apron maupun sebaliknya.
Daya Dukung (PCR 400 F/C/X/T)
PCR (Pavement Classification Rating) menunjukkan kemampuan permukaan taxiway dalam menahan beban pesawat.
Dengan nilai PCR 400, taxiway Bandara Iskandar memiliki kekuatan yang memadai untuk melayani operasional pesawat sesuai dengan kapasitas bandara.
Jenis Konstruksi (Asphalt Concrete)
Taxiway menggunakan Asphalt Concrete (Aspal Beton) yang memiliki permukaan halus, nyaman dilalui pesawat, serta mudah dipelihara apabila diperlukan perbaikan.
Kemiringan (Slope 1,5%)
Kemiringan 1,5% berfungsi untuk membantu mengalirkan air hujan sehingga tidak terjadi genangan air yang dapat mengganggu keselamatan dan kelancaran operasional pesawat.
Tahukah Anda?
Berbeda dengan runway, taxiway bukan digunakan untuk lepas landas atau mendarat, melainkan hanya sebagai jalur pergerakan pesawat di area bandara. Selama berada di taxiway, pilot mengikuti garis kuning (centerline) sebagai panduan arah dan selalu berkomunikasi dengan Air Traffic Controller (ATC) untuk memastikan setiap pergerakan pesawat berlangsung dengan aman.
Dengan adanya Taxiway A dan Taxiway B, Bandara Iskandar mampu mengatur arus pergerakan pesawat secara lebih efisien, sehingga proses keberangkatan maupun kedatangan dapat berjalan dengan lancar dan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan.