Sejarah Singkat

2637993827.pngBandar Udara Harun Thohir (IATA: BXW, ICAO: WARW), juga dikenal sebagai Bandar Udara Bawean, merupakan bandar udara domestik yang terletak di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Bandar udara ini dibangun untuk mendukung konektivitas dan aksesibilitas wilayah kepulauan Bawean dengan daratan utama Pulau Jawa, khususnya Surabaya dan sekitarnya. Pembangunannya menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan pelayanan transportasi udara di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kehadiran bandara ini memiliki peran penting sebagai sarana mobilitas masyarakat, wisatawan, serta distribusi logistik yang sebelumnya sangat bergantung pada transportasi laut dengan waktu tempuh relatif lama. 

Bandar udara ini berlokasi di Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, dan mulai beroperasi secara resmi pada tahun 2016 setelah diresmikan oleh Ignasius Jonan. Proses pembangunan bandara telah dimulai sejak awal dekade 2010-an. Bandar udara ini memiliki satu landas pacu sepanjang kurang lebih 1.000 meter sehingga hanya dapat melayani pesawat perintis berukuran kecil.

Nama Bandar Udara Harun Thohir diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada Harun Thohir atau Kopral Dua KKO (Anumerta) Harun Said bin Muhammad Ali, putra asli Bawean yang lahir pada 4 April 1943. Ia dikenal sebagai anggota Korps Komando Operasi (KKO) TNI Angkatan Laut yang terlibat dalam peristiwa pengeboman MacDonald House di Singapura pada 10 Maret 1965 dalam rangka operasi militer Indonesia pada masa Konfrontasi Indonesia–Malaysia.

Terakhir diperbarui: 25 Jun 2026