MUARA TEWEH – Sebagai langkah proaktif dalam memperkuat sistem cegah tangkal penyakit menular di pintu masuk wilayah, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Palangka Raya secara resmi merencanakan agenda deteksi dini bagi terduga Tuberkulosis (TBC). Kegiatan ini merupakan perwujudan dari program kerja Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit, Kementerian Kesehatan RI, yang difokuskan pada perlindungan kesehatan masyarakat di area publik dengan mobilitas tinggi.
Langkah ini diambil mengingat pentingnya deteksi dini dalam memutus rantai penularan TBC, terutama di lingkungan transportasi udara yang menjadi titik temu masyarakat dari berbagai daerah. Pelaksanaan kegiatan tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada hari Senin, 11 Mei 2026, yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di lingkungan Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh.
Pihak BKK Kelas II Palangka Raya telah menyusun rencana distribusi sasaran agar cakupan kegiatan ini berjalan maksimal. Adapun pihak-pihak yang menjadi target utama dalam deteksi dini ini meliputi:
Kementerian Kesehatan juga menegaskan komitmennya terhadap integritas dalam setiap pelaksanaan tugas negara. Selain itu instansi menekankan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini dilakukan secara transparan tanpa adanya pungutan suap maupun gratifikasi dalam bentuk apa pun. Jika masyarakat menemukan adanya indikasi penyimpangan, pihak Kemenkes telah menyediakan saluran pelaporan melalui layanan HALO KEMENKES maupun laman pengaduan resmi.