Lewati ke konten utama

Sejarah Singkat

Sejarah penerbangan di Atambua memiliki perjalanan yang panjang, bahkan telah tercatat jauh sebelum berdirinya Bandar Udara Haliwen dan lebih dari satu abad sebelum dikenal dengan nama Bandar Udara A. A. Bere Tallo. Pada awal abad ke-20, Atambua yang pada masa itu dikenal dengan ejaan Atamboea telah memiliki sebuah aerodrome atau lapangan terbang yang menjadi bagian dari jalur penerbangan antara Hindia Belanda dan Australia.

Salah satu peristiwa paling bersejarah terjadi pada Desember 1919, ketika Atamboea menjadi persinggahan penting dalam penerbangan bersejarah dari Inggris menuju Australia. Pesawat Vickers Vimy yang diterbangkan oleh Ross Smith dan Keith Smith bersama mekanik Wally Shiers dan Jim Bennett tiba di Atamboea pada 9 Desember 1919 setelah melakukan penerbangan dari Bima. Keesokan harinya, 10 Desember 1919, mereka kembali mengudara dari Atamboea menuju Darwin, Australia, sebagai tahap terakhir perjalanan lintas benua yang kemudian tercatat sebagai penerbangan pertama dari Inggris ke Australia.

Keberadaan Atamboea sebagai titik persinggahan penerbangan juga terus tercatat pada dekade berikutnya. Pada tahun 1930, pesawat DH60G G-ABEN "Jane" yang melakukan penerbangan dari Inggris menuju Darwin tercatat singgah di Atamboea dan mengalami keterlambatan untuk melakukan perbaikan setelah mengalami kecelakaan saat lepas landas. Catatan arsip Library & Archives Northern Territory tersebut menjadi salah satu bukti bahwa Atamboea telah menjadi bagian dari jaringan penerbangan jarak jauh internasional pada masa awal perkembangan penerbangan.

Memasuki masa Perang Dunia II, kawasan lapangan terbang Atambua mengalami perkembangan lebih lanjut. Berdasarkan riwayat bandar udara, pada tahun 1942 Pemerintah Jepang membangun dan mengembangkan lapangan terbang di kawasan Haliwen sebagai fasilitas penerbangan militer. Pada masa awal tersebut, landasan masih berupa rumput dengan ukuran sekitar 800 × 23 meter. Keberadaan lapangan terbang ini menunjukkan semakin pentingnya posisi Atambua dalam mendukung mobilitas dan kegiatan penerbangan di Pulau Timor.

Setelah masa perang, fasilitas penerbangan tersebut terus mengalami perkembangan. Pada tahun 1972, landasan diperpanjang menjadi sekitar 900 × 23 meter dan ditingkatkan dengan perkerasan batu. Kemudian pada tahun 1976, lapangan terbang tersebut mulai diresmikan untuk melayani penerbangan sipil dengan nama Lapangan Terbang Haliwen. Pada periode awal penerbangan sipil ini, pelayanan masih didominasi oleh penerbangan tidak berjadwal. Lapangan Terbang Haliwen pada masa tersebut dipimpin oleh Bapak Paulus Seran yang menjabat pada periode 1976–1989.

Perkembangan berikutnya terjadi pada tahun 1989, ketika Lapangan Terbang Haliwen mengalami peningkatan kelas menjadi Bandar Udara Kelas IV dan kemudian dikenal sebagai Bandar Udara Kelas IV Haliwen Atambua. Pada periode ini, bandar udara terus menjalankan fungsi pelayanan penerbangan bagi masyarakat meskipun penerbangan yang dilayani masih didominasi oleh penerbangan tidak berjadwal.

Memasuki dekade 1990-an, pengelolaan bandar udara terus mengalami perkembangan. Pada tahun 1996, kepemimpinan bandar udara beralih kepada Bapak Bambang Samudro, yang berdasarkan riwayat internal menjabat hingga tahun 2010. Periode ini menjadi bagian dari proses panjang menuju peningkatan pelayanan dan fasilitas bandar udara.

Tonggak penting terjadi pada tahun 2010 ketika penerbangan berjadwal mulai berkembang di Haliwen. Susi Air membuka rute Kupang–Atambua–Kupang menggunakan pesawat Cessna Caravan 208 berkapasitas sekitar 12 penumpang. Pada periode yang sama, Merpati Nusantara Airlines juga melayani rute Kupang–Atambua–Kisar dengan frekuensi penerbangan tertentu. Kehadiran penerbangan tersebut meningkatkan konektivitas Atambua dengan wilayah lain dan memperkuat peran bandar udara sebagai sarana transportasi masyarakat.

Pada masa kepemimpinan Bapak Yacobis S. Mozes, S.E. periode 2010–2013, berbagai pengembangan fasilitas dilakukan. Salah satu perubahan yang terlihat adalah pengembangan gedung terminal, dari bangunan yang sebelumnya relatif kecil menjadi terminal yang lebih besar dan lebih memadai untuk mendukung peningkatan aktivitas penerbangan.

Selanjutnya, pada September 2013, terjadi perubahan penting dalam sejarah bandar udara. Status bandar udara ditingkatkan menjadi Bandar Udara Kelas III dan nama Bandar Udara Haliwen berubah menjadi Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III A. A. Bere Tallo Atambua. Nama A. A. Bere Tallo diambil dari nama Alfonsius Andreas Bere Tallo, yang dikenal sebagai Bupati pertama Kabupaten Belu.

Sejak saat itu, UPBU A. A. Bere Tallo terus berkembang sebagai salah satu simpul transportasi udara penting di Kabupaten Belu dan kawasan perbatasan Indonesia–Timor-Leste. Bandar udara ini tidak hanya berperan dalam mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga menunjang kegiatan pemerintahan, perekonomian, sosial, budaya, serta konektivitas wilayah perbatasan.

Kini, Bandar Udara A. A. Bere Tallo Atambua melayani penerbangan berjadwal, termasuk rute Kupang–Atambua–Kupang, serta berbagai penerbangan lainnya sesuai kebutuhan operasional. Perjalanan panjangnya menggambarkan sebuah transformasi dari lapangan terbang sederhana di Atamboea yang telah menjadi bagian dari sejarah penerbangan dunia pada tahun 1919, berkembang menjadi Lapangan Terbang Haliwen, kemudian Bandar Udara Kelas IV Haliwen Atambua, hingga kini menjadi UPBU Kelas III A. A. Bere Tallo Atambua.

Lebih dari sekadar tempat pesawat datang dan pergi, A. A. Bere Tallo merupakan bagian dari sejarah panjang konektivitas Pulau Timor. Dari Atamboea pada tahun 1919, ketika sebuah pesawat Vickers Vimy menjadikan wilayah ini sebagai persinggahan terakhir sebelum menyeberangi Laut Timor menuju Darwin, hingga menjadi bandar udara yang melayani masyarakat Atambua dan Kabupaten Belu pada masa kini, perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa langit Atambua telah menjadi bagian dari sejarah penerbangan selama lebih dari satu abad.


Alamat Kantor UPBU A. A. Bere Tallo - Atambua
Jl. Adisucipto, Manumutin, Kec. Kota Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, 85712
Terakhir diperbarui: 24 Agt 2026