Lewati ke konten utama

Sejarah Singkat

Sejarah Satuan Pelayanan Bandar Udara Sitaro

Satuan Pelayanan Bandar Udara Sitaro mulai dibangun pada tahun 2013 sebagai bagian dari upaya Pemerintah dalam meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas transportasi udara di wilayah kepulauan, khususnya di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara. Pembangunan bandar udara ini merupakan langkah strategis untuk membuka akses transportasi yang lebih cepat dan efisien bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini memiliki ketergantungan cukup besar terhadap transportasi laut. Kehadiran bandar udara diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang dan logistik, serta mendorong pertumbuhan sosial dan ekonomi di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.
Pada tahap awal pembangunan, fasilitas Bandar Udara Sitaro direncanakan dan dibangun dengan beberapa fasilitas utama untuk mendukung kegiatan operasional penerbangan. Fasilitas tersebut antara lain berupa landasan pacu (runway) dengan panjang 1.350 meter, taxiway sebagai fasilitas penghubung antara runway dan apron, apron sebagai area parkir dan pelayanan pesawat udara, serta terminal penumpang sebagai fasilitas pelayanan bagi pengguna jasa transportasi udara. Pembangunan berbagai fasilitas tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional serta kondisi geografis wilayah kepulauan Sitaro.

Pembangunan fisik utama bandar udara pada prinsipnya telah selesai pada akhir tahun 2019. Namun demikian, bandar udara belum dapat langsung dioperasikan secara penuh karena masih diperlukan berbagai tahapan evaluasi, pemeriksaan teknis, serta pemenuhan aspek keselamatan dan kelayakan operasional penerbangan. Dalam perkembangannya, kondisi terminal bandar udara juga mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada awal tahun 2021. Kondisi tersebut menyebabkan diperlukan adanya penanganan dan evaluasi lebih lanjut terhadap fasilitas yang telah dibangun sebelum bandar udara dapat digunakan untuk mendukung kegiatan penerbangan secara optimal.

Setelah dilakukan proses evaluasi teknis dan berbagai penyesuaian terhadap fasilitas bandar udara, termasuk pelaksanaan uji kalibrasi untuk memastikan kesiapan fasilitas dan aspek keselamatan penerbangan, dilakukan pula peningkatan panjang landasan pacu dari 1.350 meter menjadi 1.400 meter. Perpanjangan runway tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan kesiapan dan kemampuan operasional Bandar Udara Sitaro. Berbagai tahapan pemeriksaan dan pengujian kemudian dilakukan untuk memastikan bahwa fasilitas bandar udara memenuhi persyaratan yang diperlukan dalam menunjang keselamatan dan kelancaran kegiatan penerbangan.

Setelah melalui rangkaian proses tersebut, Bandar Udara Sitaro dinyatakan layak untuk beroperasi pada tahun 2022. Beroperasinya bandar udara ini menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan konektivitas transportasi di Kabupaten Kepulauan Sitaro. Kehadiran layanan transportasi udara memberikan alternatif konektivitas yang lebih cepat bagi masyarakat, sekaligus mendukung hubungan wilayah Sitaro dengan daerah lain di Provinsi Sulawesi Utara dan wilayah sekitarnya.

Perkembangan Bandar Udara Sitaro kemudian mencapai momentum penting dengan peresmian bandar udara oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada tanggal 26 Maret 2024. Peresmian tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan Bandar Udara Sitaro sekaligus menegaskan peran strategis bandar udara dalam mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan konektivitas di wilayah kepulauan. Dengan adanya bandar udara yang dapat melayani kebutuhan transportasi masyarakat, diharapkan akses menuju dan dari Kabupaten Kepulauan Sitaro menjadi semakin mudah, sehingga memberikan dampak positif terhadap berbagai aktivitas masyarakat dan pemerintahan.

Sejalan dengan perkembangan kebutuhan pelayanan transportasi udara, pada tahun 2024 juga dilakukan pembangunan terminal penumpang baru yang berlangsung dari awal hingga akhir tahun. Pembangunan terminal baru tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan serta memberikan fasilitas yang lebih memadai bagi penumpang. Peningkatan fasilitas terminal menjadi bagian dari upaya untuk menciptakan pelayanan transportasi udara yang lebih nyaman, tertib, aman, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa. Dengan adanya terminal baru, diharapkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan pengguna jasa bandar udara dapat terus ditingkatkan seiring dengan berkembangnya aktivitas penerbangan di wilayah Sitaro.

Dalam perkembangannya hingga saat ini, Satuan Pelayanan Bandar Udara Sitaro tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas transportasi udara, tetapi juga memiliki peran penting sebagai salah satu simpul konektivitas di wilayah kepulauan. Bandar udara ini mendukung mobilitas masyarakat, perjalanan dinas dan pemerintahan, kegiatan ekonomi, serta distribusi barang dan logistik ke wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro. Keberadaan transportasi udara juga menjadi faktor pendukung dalam memperkuat hubungan antardaerah dan membuka peluang pengembangan berbagai potensi daerah.

Sebagai bagian dari infrastruktur transportasi di wilayah kepulauan, Bandar Udara Sitaro diharapkan dapat terus berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pertumbuhan wilayah. Peningkatan kualitas sarana dan prasarana, pelayanan penumpang, serta pengelolaan operasional secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan fungsi bandar udara. Dengan demikian, perjalanan pembangunan Bandar Udara Sitaro sejak tahun 2013 hingga saat ini mencerminkan proses bertahap dalam mewujudkan fasilitas transportasi udara yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pembangunan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.

Dengan perannya sebagai simpul transportasi udara, Bandar Udara Sitaro diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan konektivitas wilayah, memperlancar mobilitas orang dan barang, mendukung distribusi logistik, serta menunjang aktivitas pemerintahan dan perekonomian daerah. Keberadaan bandar udara ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pengembangan infrastruktur transportasi yang dapat memperkuat keterhubungan wilayah kepulauan dengan pusat-pusat kegiatan di sekitarnya. Oleh karena itu, sejarah pembangunan dan perkembangan Bandar Udara Sitaro merupakan bagian penting dari perjalanan peningkatan konektivitas dan pelayanan transportasi bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.
Terakhir diperbarui: 11 Agt 2026