Sejarah Singkat

Sejarah Bandara Udara Siboru

Bandara Udara Siboru merupakan bandara baru yang dibangun sebagai pengganti Bandara Torea guna meningkatkan pelayanan transportasi udara di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat. Pemindahan bandara dilakukan sebagai langkah strategis pemerintah untuk menghadirkan fasilitas penerbangan yang lebih aman, nyaman, dan mampu mendukung perkembangan wilayah di masa mendatang.

Pembangunan Bandara Udara Siboru menjadi bagian penting dalam pengembangan infrastruktur transportasi di Kabupaten Fakfak. Dengan fasilitas yang lebih modern dan kapasitas yang lebih baik, bandara ini diharapkan mampu menunjang mobilitas masyarakat, pelayanan pemerintahan, distribusi logistik, serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Bandara Udara Siboru diresmikan pada tanggal 23 November 2023 oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Peresmian tersebut menjadi tonggak penting dalam peningkatan konektivitas udara di Papua Barat, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Fakfak.

Setelah melalui tahap persiapan operasional, Bandara Udara Siboru mulai beroperasi secara resmi pada Januari 2024. Sejak mulai beroperasi, bandara ini telah menjadi pusat pelayanan transportasi udara yang mendukung aktivitas masyarakat, pemerintahan, perdagangan, dan berbagai sektor pembangunan lainnya di Kabupaten Fakfak.

Bandar udara ini memiliki luas sekitar 5.000 meter persegi dengan satu landasan pacu berpermukaan aspal berukuran 1.600 x 30 meter. Infrastruktur tersebut dirancang untuk mendukung operasional penerbangan perintis maupun penerbangan komersial dalam melayani kebutuhan transportasi masyarakat di wilayah Fakfak dan sekitarnya.

Dalam pengelolaannya, Bandara Udara Siboru berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas III Siboru yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan operasional, pelayanan, keamanan, dan keselamatan penerbangan di bandara tersebut.

Keberadaan Bandara Udara Siboru diharapkan dapat terus mendorong kemajuan daerah, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta menjadi gerbang transportasi udara yang mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Fakfak dan Papua Barat.