Tentang Bandara
Sejarah Singkat
Bandar Udara Kuala Kurun adalah bandar udara yang terletak di Kuala Kurun, ibu kota Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah.
Bandar Udara Kuala Kurun adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan.
Sejarah Bandar Udara Kuala Kurun adalah sebagai berikut :
Awal mulanya lapangan terbang perintis kuala kurun yang terletak di desa Tampang Tumbang anjir, kecamatan kurun, sudah diprogramkan oleh pemerintah Kdh Tingkat I Kalimantan Tengah yang diprakarsai oleh mantan Gubernur Kalimantan Tengah Bapak Tjilik Riwut pada saat itu, karena sulitnya daerah Kuala Kurun di jangkau menggunakan transportasi darat dan terlalu lamanya waktu tempuh menggunakan transportasi sungai yang bisa memakan waktu kurang lebih 5 (lima) jam apabila menggunakan speed boat dan kurang lebih 23 (dua puluh tiga) jam menggunakan kapal (bisa air).
Pada bulan April 1959 Bapak mantan gubernur Kdh Tk. I Kalimantan Tengah Bapak Tjilik Riwut memerintahkan lewat Wedana Kahayan Hulu yang sekarang disebut wilayah Gunung Mas yang dijabat oleh Bapak Suryadi BA pada waktu itu, agar Kuala Kurun dapat dibangun sebuah lapangan terbang beliau meminta agar bidang tanah yang disediakan untuk itu tanah yang rata, tidak tenggelam pada saat banjir, serta tanpa ganti rugi. Ajakan Bapak Gubernur disambut dengan gembira oleh masyarakat dan siap untuk mengerjakannya.
Setelah memperoleh persetujuan bersama tentang sebidang tanah oleh tokoh-tokoh masyarakat atas pimpinan Bapak Wedana Kahayan Hulu membawa masyarakat untuk bergotong - royong mengadakan tebas tebang lokasi yang dikerjakan sampai selesai.
Sebelum kegiatan pencabutan tunggul, pembersihan lokasi lapangan terbang perintis, tokoh-tokoh masyarakat melakukan galian dan memotong sapi sesuai acara adat dan demang kepala adat almarhum "HARWING GANAN" dan tokoh-tokoh kaharinan "SPENER NYAHU" serta mencari nama lapangan terbang dengan cara MENAWUR ANTANG dan memasang PATINJU, sehingga ANTANG MANARI pada patinju yang ditulis "SANGKALEMU", sehingga dengan demikian nama lapangan terbang perintis desiebut "SANGKALEMU". Namun demikian nama Bandara Kuala Kurun sampai saat ini masih menggunakan nama kota Kabupaten Gunung Mas yaitu nama Kota Kuala Kurun yaitu Bandar Udara Kuala Kurun kemudian diteruskan dengan sistem gotong royong oleh masyarakat dengan cara menggali, menimbun dengan pasir batu kerikil senjang AS landasan lapangan dengan ukuran 60 x 700 M dengan tanah dipadatkan dari hasil pekerjaan / swadaya masyarakat, apabila dinilai dengan uang sebesar 250.000.000,- (DUA RATUS LIMA PULUH JUTA RUPIAH) ini adalah bukti nyata masyarakat gunung mas kepada pemerintah bahwa masyarakat betul-betul turut berpartisipasi mensukseskan pembangunan sesuai dengan anjuran/himbuan pemerintah.
Dengan telah selesinya pekerjaan sesuai kemampuan masyarakat yang secara gotong-royong pada akhir tahun 1963, Asisten Wedana Kahayan Hulu melaporkan hasilnya kepada Bapak Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah.
Pendaratan Pertama :
Pada Bulan Juli 1964 dilakukan pendaratan pertama dengan pesawat Twin Otter dengan seorang pilotnya Mayor Udara M. YOESRAN, Mayor AD Darat SUNARTO dan 1 (satu) orang sipil.
Pendaratan Pertama berjalan lancar dan selamat, bermalam 1 (satu) malam di Kuala Kurun kemudian kembali ke Palangka Raya.
Pada tahun 1957 sampai dengan tahun 1988 lapangan terbang yang disebut masyarakat "Sangkalemu" tersebut terbengkalai/tidak adanya suatu kegiatan apapun dan menjadi semak belukar kembali.
Pernyataan Penyerahan :
Dasar telex Bupati Kepala Daerah Tk. II Kapuas Nomor : 761.22/338/Bang.89 tanggal 14 Nopember 1989 tentang penyerahan tanah milik pendidik untuk lapangan terbang perintis di Kuala Kurun.
Setelah ada penyediaan tanag dengan bukti penyerahan tanah dan SKT yang dibuat oleh Lurah Tahun 1989 dan surat pengantar Nomor 050.526/755/Bapp-IV/1989 tanggal 4 Nopember 1989 jenis surat pernyataan tanah kekebun milik penduduk 1.000 x 300 m yang terletak didesa Tampang/Tumbang Anjir Kecamatan Kurun guna pembangunan lapangan terbang perintis di Kuala Kurun, maka rencana pembangunan lapangan terbang akan dimulai awal bulan April 1992
Kemudian kegiatan selanjutnya dilanjutkan/diteruskan oleh pemerintah dalam hal ini Departemen Perhubungan Cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Tahun Anggaran 1991/1992 DIP suplemen dan Tahun Anggaran 1993/1994 DIP Murni APBN dengan pekerjaan sebagai berikut :
Bagian Proyek Fasilitas Bandara dan Kespen Perintis Kalteng (DIP Suplemen TA 1991/1992)
Oleh CV ALVA OMEGA Tahun 1992
- Pembuatan Rumah Operasional : 50 M2 Tahun 1992
Bagian Proyek Fasilitas Bandara dan Kespen Perintis Kalteng TA 1992/1993
Mulai 18-4-1992 s/d 11-1-1993 oleh PT. Sumber Payang
- Pembuatan Kontruksi Landasan : 750 x 23 M (17.250)
- Pembuatan Apron : (40x60), taxiway (75x15) dan Fillet (86x3)
- Pembuatan Overrun : (2x3x30 M) / 1.380 M2
- Pengecatan Rambu Landasan : 2.000 M2
Fasilitas Terminal :
- Pembangunan Gedung Terminal : 120 M2 Tahun 1993
Pembangunan Fasilitas Landasan :
- Pembuatan Turning Area : 1500 M2 Tahun 1993
- Pembuatan Shoulder : 28.215 M2 Tahun 1993
- Pembuatan Pematusan Terbuka Pas Batu Belah : 1.600 M Tahun 1993
- Pembuatan Pematusan Tertutup : 100 M Tahun 1993
- Pembuatan Jalan Masuk Bandara : 800 M Tahun 1993
Sesuai dengan data diatas, itulah awal mula pembangunan yang dilaksanakan di Bandar Udara Kuala Kurun.
Pada tanggal 29 Agustus 1993 diadakan uji coba penerbangan dengan hasil baik dan layak untuk dioperasionalkan.
Mulai tanggal 9 September 1993 telah dilaksanakan penerbangan perdana Palangka Raya - Kuala Kurun (PP) oleh perusahaan PT. Dirgantara Air Service (PT. DAS) menggunakan pesawat CASA 212;
Kemudian klasifikasi lapangan terbang Kuala Kurun terus mengalami peningkatan sesuai dengan keadaan sarana dan prasarana / hasil pembangunan yang selalu ditingkatkan :
a) Lapangan terbang perintis/Satker Tahun 1993 dengan jumlah karyawan 2 (dua) orang pegawai;
b) Kemudian klasifikasi lapangan terbang perintis naik menjadi klasifikasi Bandar Udara Kelas V Kuala Kurun (sesuai KM 4 Tahun 1995, Tanggal 31 Januari 1995)
Tahun 1995 tambah 1 (satu) pegawai menjadi 3 (tiga) orang pegawai
Tahun 1997 tambah 1 (satu) pegawai menjadi 4 (empat) orang pegawai
c) Kemudian klasifikasi dari kelas V naik menjadi klasifikasi Bandar Udara Kelas IV Kuala Kurun (sesuai KM 7 Tahun 1998 tanggal 12 Februari 1998)
Tahun 2000 terjadi penggantian Kepala Bandar Udara dan pengurangan 1 (satu) personil sehingga menjadi 3 (tiga) orang pegawai.
Tahun 2006 tambah 1 (satu) pegawai kembali menjadi 4 orang pegawai
Tahun 2008 jumlah pegawai bertambah 3 (tiga) orang menjadi 7 (tujuh) orang pegawai
Tahun 2009 penambahan jumlah pegawai sebanyak 4 orang
Tahun 2010 mendapatkan tambahan pegawai sebanyak 6 orang
Tahun 2011 terdapat tambahan pegawai sebanyak 1 orang
Tahun 2014 Bandara Kuala Kurun mendapatkan tambahan 2 orang pegawai
Tahun 2015 mendapatkan penambahan pegawai sebanyak 2 orang
Tahun 2018 terdapat tambahan pegawai 1 orang
Tahun 2019 penambahan pegawai sebanyak 1 orang
Tahun 2021 mendapatkan pegawai sebanyak 2 orang
Tahun 2022 terdapat penambahan pegawai sebanyak 6 orang
Tahun 2024 kembali mendaptkan tambahan pegawai sebanyak 4 orang.
d) Kemudian Klasifikasi dari Kelas IV naik menjadi Klasifikasi Bandar Udara Kelas sehubungan dengan penambahan prasarana Bandar Udara (sesuai dengan PM 40 Tahun 2014 Tanggal 12 September 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara)
Demikian sekilas tentang sejarah Bandar Udara Kuala Kurun ini, semoga dapat meberikan informasi yang bermanfaat.