Sejarah Singkat

  Bandar Udara Kimaam merupakan bandar udara perintis yang berperan penting dalam membuka akses transportasi udara bagi masyarakat Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Kehadiran bandara ini dibangun untuk menjawab tantangan geografis wilayah pesisir dan kepulauan yang memiliki keterbatasan akses transportasi darat maupun laut.

  Sejak mulai beroperasi, Bandara Kimaam menjadi salah satu simpul konektivitas yang mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, pelayanan pemerintahan, serta akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan kegiatan ekonomi. Seiring meningkatnya kebutuhan transportasi udara, berbagai pengembangan sarana dan prasarana terus dilakukan guna meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan penerbangan.

  Saat ini Bandara Kimaam berstatus bandar udara domestik yang dikelola oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Dengan landasan pacu sepanjang 920 meter, bandara ini melayani penerbangan perintis yang menjadi urat nadi konektivitas bagi masyarakat di wilayah selatan Papua serta mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Bandar Udara Kimaam melayani penerbangan perintis dengan rute Merauke-Kimaam dan Kimaam-Merauke dengan jumlah frekuensi penerbangan 4 kali dalam satu minggu.
Terakhir diperbarui: 21 Jul 2026