Sejarah Singkat

Bandar Udara Kebar merupakan bandara perintis yang berlokasi di Distrik Kebar, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya. Bandara ini memiliki kode IATA KEQ dan kode ICAO WAUK, serta termasuk dalam kategori bandara kelas III. Keberadaan Bandara Kebar sangat penting bagi masyarakat setempat karena menjadi salah satu akses utama transportasi udara yang menghubungkan daerah pedalaman dengan kota-kota lain di Papua Barat Daya. Dengan panjang landasan pacu sekitar 800 meter dan lebar 18 meter, bandara ini umumnya digunakan oleh pesawat kecil seperti Cessna Caravan untuk melayani rute penerbangan perintis dan distribusi logistik ke wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Meskipun belum terdapat catatan resmi mengenai tahun pendirian Bandara Kebar, fasilitas ini sudah lama menjadi bagian dari jaringan transportasi udara perintis yang dikembangkan oleh pemerintah. Saat ini, Bandara Kebar terus dikembangkan agar dapat menampung pesawat berukuran lebih besar dan meningkatkan frekuensi penerbangan. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan berencana memperpanjang landasan pacu serta menambah fasilitas pendukung seperti apron, terminal penumpang, dan area parkir pesawat. Peningkatan kapasitas ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah di Papua Barat Daya, mempermudah mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik di Kabupaten Tambrauw dan sekitarnya.