Sejarah Singkat

Bandar Udara Cut Nyak Dhien merupakan bandar udara yang terletak di Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Nama bandar udara ini diambil dari nama Pahlawan Nasional Indonesia asal Aceh, Cut Nyak Dhien, sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan dan pengorbanannya dalam melawan penjajahan Belanda pada masa Perang Aceh.

Cut Nyak Dhien lahir di Lampadang, Aceh, pada tahun 1848. Beliau dikenal sebagai sosok perempuan tangguh yang memimpin perlawanan rakyat Aceh setelah gugurnya suami pertamanya, Teuku Ibrahim Lamnga. Semangat perjuangannya terus berlanjut bersama Teuku Umar hingga akhirnya beliau tetap bertahan memimpin perjuangan meskipun dalam kondisi usia lanjut dan kesehatan yang menurun.

Setelah ditangkap Belanda, Cut Nyak Dhien diasingkan ke Sumedang, Jawa Barat, hingga wafat pada 6 November 1908. Meski menghabiskan akhir hidupnya di tanah pengasingan, semangat perjuangannya tetap hidup dan dikenang oleh masyarakat Aceh maupun Indonesia.

Penamaan Bandar Udara Cut Nyak Dhien menjadi simbol penghormatan terhadap keberanian, keteguhan, dan semangat juang beliau dalam mempertahankan tanah air. Bandar udara ini tidak hanya menjadi sarana transportasi udara bagi masyarakat Aceh Barat dan Nagan Raya, tetapi juga menjadi pengingat akan sejarah perjuangan rakyat Aceh melawan penjajahan.

Terakhir diperbarui: 05 Jun 2026