Bandar Udara Komodo
DAMPAK ABU VULKANIK ANAK GUNUNG KRAKATAU, 8 PENERBANGAN DI BANDARA KOMODO DIBATALKAN
Labuan Bajo, 7 September 2026 – Aktivitas dan sebaran abu vulkanik Anak Gunung Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo. Sebanyak delapan penerbangan rute Jakarta–Labuan Bajo dan sebaliknya mengalami pembatalan.
Berdasarkan data operasional Bandar Udara Komodo, delapan penerbangan yang dibatalkan tersebut terdiri atas empat penerbangan kedatangan dari Jakarta menuju Labuan Bajo dan empat penerbangan keberangkatan dari Labuan Bajo menuju Jakarta. Sejumlah maskapai yang terdampak pembatalan penerbangan tersebut yakni Batik Air Indonesia, Indonesia AirAsia, Garuda Indonesia, dan Super Air Jet. Pembatalan delapan penerbangan tersebut berdampak terhadap total 1.154 penumpang, yang terdiri atas 497 penumpang kedatangan dan 657 penumpang keberangkatan.
Kepala Kantor UPBU Kelas II Komodo Bapak Ceppy Triono menyampaikan bahwa pembatalan penerbangan berkaitan dengan kondisi sebaran abu vulkanik Anak Gunung Krakatau. Keputusan operasional penerbangan dilakukan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan.
“Keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama. Setiap keputusan operasional penerbangan akan mempertimbangkan perkembangan kondisi abu vulkanik serta informasi keselamatan penerbangan yang berlaku. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memantau perkembangan kondisi dan memastikan pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan dengan baik,” ujar Kepala Kantor UPBU Kelas II Komodo.
Sementara itu, bagi penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan, mekanisme penjadwalan ulang atau reschedule maupun pengembalian biaya tiket atau refund mengikuti kebijakan dan ketentuan masing-masing maskapai. Penumpang diminta berkoordinasi langsung dengan maskapai untuk memperoleh informasi mengenai status penerbangan maupun alternatif perjalanan.
Kepala Kantor UPBU Kelas II Komodo juga mengimbau masyarakat, khususnya calon penumpang, untuk memastikan status penerbangannya sebelum menuju Bandar Udara Komodo. “Kami mengimbau calon penumpang untuk secara berkala memeriksa status penerbangannya melalui kanal resmi maskapai masing-masing. Kondisi dapat berkembang mengikuti pergerakan dan sebaran abu vulkanik, sehingga masyarakat diharapkan memperhatikan informasi terbaru dan tidak ragu menghubungi maskapai apabila membutuhkan informasi terkait penerbangannya,” lanjutnya.
Bandar Udara Komodo bersama maskapai dan seluruh pemangku kepentingan penerbangan terus melakukan koordinasi serta pemantauan terhadap perkembangan kondisi abu vulkanik. Operasional penerbangan selanjutnya akan menyesuaikan dengan hasil pemantauan dan informasi keselamatan penerbangan yang berlaku. Keselamatan, keamanan, dan pelayanan kepada pengguna jasa tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan operasional penerbangan di Bandar Udara Komodo.