Bandar Udara Komodo
Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI di Manggarai Barat Perkuat Sinergi Pembangunan Infrastruktur Nusa Tenggara Timur
Labuan Bajo, 27 Juli 2026 – Kabupaten Manggarai Barat menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Kunjungan Kerja Reses Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dalam rangka memperkuat sinergi pembangunan infrastruktur di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kebijakan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan yang terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Rombongan Komisi V DPR RI tiba di Bandara Internasional Komodo dan disambut secara resmi oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Direktur Keamanan Penerbangan Kementerian Perhubungan, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta berbagai instansi dan pemangku kepentingan terkait.
Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dengan menampilkan tarian tradisional serta prosesi adat Manggarai sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal yang menjadi identitas Kabupaten Manggarai Barat dan destinasi pariwisata Labuan Bajo. Penyambutan tersebut mencerminkan semangat keramahan masyarakat Manggarai sekaligus menunjukkan komitmen daerah dalam mendukung setiap agenda pembangunan nasional.
Usai penyambutan di Bandara Internasional Komodo, rombongan melanjutkan agenda menuju Aula Kantor Bupati Manggarai Barat untuk mengikuti pertemuan bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan. Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk membahas berbagai program pembangunan infrastruktur di Provinsi Nusa Tenggara Timur, termasuk kesiapan infrastruktur dalam mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.
Dalam forum tersebut, berbagai isu strategis menjadi perhatian bersama, mulai dari penguatan infrastruktur transportasi, peningkatan konektivitas antarwilayah, pengembangan fasilitas pendukung, hingga pembangunan infrastruktur yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing daerah. Kesiapan sarana dan prasarana menjadi salah satu aspek penting agar penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Kunjungan kerja ini juga menjadi wadah koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menyusun langkah-langkah pembangunan yang selaras dengan kebutuhan daerah. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu mempercepat realisasi berbagai program prioritas, khususnya di bidang transportasi, konektivitas, dan infrastruktur pendukung kawasan strategis nasional.
Sebagai salah satu pintu gerbang utama menuju Destinasi Labuan Bajo, Bandara Internasional Komodo memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, wisatawan, serta distribusi logistik. Oleh karena itu, pengembangan infrastruktur transportasi, termasuk bandar udara, menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian di Nusa Tenggara Timur.
Melalui kolaborasi yang terus diperkuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan pembangunan infrastruktur di Nusa Tenggara Timur dapat terlaksana secara berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah, tetapi juga membuka peluang investasi, memperkuat sektor pariwisata, serta menghadirkan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.



