Selesai
Bandara Kepi Menuju Era Paperless: Aplikasi SRIKANDI dan Digital Office Resmi Disosialisasikan untuk Efisiensi Birokrasi
Klik untuk perbesar
- Tanggal
- 30 Juli 2026
- Waktu
- 12:30–16:30 WIT
KEPI, 30/07/2026 – Kantor Bandar Udara Kepi terus memacu akselerasi reformasi birokrasi melalui digitalisasi sistem kerja. Langkah nyata ini diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi Penggunaan Aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) dan Aplikasi Digital Office untuk presensi pegawai, yang digelar di ruang tunggu terminal Bandara Kepi secara daring melalui aplikasi zoom. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) ini menjadi tonggak penting transformasi Bandara Kepi menuju ekosistem kerja yang modern, transparan, dan berbasis paperless.
Mengapa Bandara Kepi Mengadopsi Kedua Aplikasi Ini?
Penerapan teknologi ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap amanat Pemerintah Pusat terkait implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Manajemen Bandara Kepi menegaskan bahwa cara-cara manual dalam persuratan dan pencatatan kehadiran sudah saatnya ditinggalkan untuk mengejar ketertinggalan efisiensi.

Mengenal Fitur Unggulan yang Mulai Diterapkan
Dalam sosialisasi ini, fokus utama ditekankan pada penguasaan dua aplikasi inti pemerintahan :
- Aplikasi SRIKANDI
- Digitalisasi Arsip : Mengubah dokumen fisik menjadi arsip elektronik yang aman.
- Tanda Tangan Elektronik (TTE) : Memungkinkan pengesahan dokumen jarak jauh secara legal.
- Disposisi Kilat : Alur koordinasi dan disposisi surat dinas dapat terpantau secara real-time.
- Aplikasi Digital Office
- Presensi Geofencing : Absensi hanya bisa dilakukan jika pegawai berada di radius lokasi kantor.
- Pencatatan Real-Time : Menghilangkan celah manipulasi jam masuk dan pulang kerja.
- Aktivitas Harian : Pegawai wajib menginput laporan kinerja harian langsung di aplikasi.
Rangkaian Detail Jalannya Kegiatan
- Pembukaan dan Komitmen Bersama
Acara dibuka dengan pengarahan dari Kepala Bandara Kepi. Dalam sambutannya, ditegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kewajiban mutlak bagi seluruh pegawai untuk meningkatkan akuntabilitas publik. - Bimbingan Teknis Aplikasi SRIKANDI
Para pegawai dipandu langkah demi langkah dalam mengoperasikan dasbor SRIKANDI. Materi mencakup cara registrasi akun, pembuatan draf surat dinas, proses verifikasi berjenjang, hingga metode pengarsipan yang sesuai dengan standar nasional. - Simulasi Lapangan Digital Office
Tim teknis mendemonstrasikan cara kerja fitur geofencing pada aplikasi presensi. Seluruh pegawai langsung melakukan uji coba mengunduh aplikasi, melakukan verifikasi wajah/biometrik, dan melakukan absensi simulasi di area Bandara Kepi. - Sesi Evaluasi dan Pemecahan Masalah (Troubleshooting)
Panitia membuka ruang diskusi interaktif untuk mengatasi kendala teknis. Beberapa masalah seperti kegagalan sinkronisasi GPS pada ponsel pegawai, kendala login akun, hingga penyesuaian jaringan internet bandara langsung diselesaikan oleh tim instruktur.
Dampak Positif Bagi Operasional Bandara
Dengan integrasi SRIKANDI dan Digital Office, Bandara Kepi dapat memangkas biaya pengadaan kertas dan alat tulis kantor secara signifikan. Selain itu, kedisiplinan pegawai akan terpantau jauh lebih objektif. Hal ini diharapkan mampu mendongkrak kinerja pelayanan operasional penerbangan di wilayah Kepi dan sekitarnya menjadi lebih prima dan profesional.
Bagikan: