Bandar Udara H. Asan

Kabut Asap Karhutla Masih Mempengaruhi Penerbangan, Wings Air dan Super Air Jet Batalkan Sejumlah Penerbangan ke Sampit

25 Oktober 2026
Gambar Berita

Sampit, 25 Oktober 2026 – Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih memengaruhi operasional penerbangan di Bandar Udara H. Asan Sampit. Pada Senin, 26 Oktober 2026, maskapai Wings Air dan Super Air Jet menginformasikan pembatalan penerbangan pada rute menuju dan dari Sampit akibat kendala cuaca berupa kabut asap.

Berdasarkan informasi jadwal yang diterima, penerbangan Wings Air dengan nomor IW1805/IW1804 pada rute Surabaya–Sampit–Surabaya dibatalkan. Pembatalan juga berlaku bagi penerbangan Super Air Jet dengan nomor IU350/IU351 pada rute Jakarta–Sampit–Jakarta.

Sebelumnya, NAM Air juga mengumumkan pembatalan sementara seluruh penerbangan dari dan menuju Sampit untuk periode 26 Oktober hingga 2 November 2026 akibat kondisi asap Karhutla. Pembatalan tersebut akan disesuaikan kembali dengan perkembangan kondisi di Sampit.

Kabut asap dapat menyebabkan penurunan jarak pandang (visibility) yang berdampak terhadap keselamatan proses pendaratan dan lepas landas pesawat. Apabila kondisi aktual tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan, penyesuaian operasional, termasuk pembatalan penerbangan, diperlukan untuk mengutamakan keselamatan penumpang dan awak pesawat.

UPBU Kelas II H. Asan Sampit mengimbau masyarakat, khususnya calon penumpang, untuk memantau informasi terbaru mengenai status penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing. Penumpang yang terdampak pembatalan disarankan menghubungi pihak maskapai atau agen perjalanan untuk memperoleh informasi mengenai penjadwalan ulang maupun ketentuan layanan lainnya.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat mengganggu konektivitas udara serta mobilitas masyarakat.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan turut berperan aktif dalam mencegah Karhutla. Upaya bersama dalam menjaga lingkungan sangat penting untuk mengurangi dampak kabut asap dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, termasuk operasional transportasi udara.

Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Operasional penerbangan harus senantiasa mempertimbangkan kondisi cuaca dan jarak pandang aktual serta memenuhi persyaratan keselamatan yang berlaku.