Bandara Betoambari Genap 50 Tahun, Menapaki Lima Dekade Sejarah dan Konektivitas Udara di Kota Baubau
BAUBAU, 22 Oktober 2026 — Bandara Betoambari, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, memperingati hari jadi ke-50 pada Kamis, 22 Oktober 2026. Memasuki usia setengah abad, perjalanan Bandara Betoambari menjadi momentum untuk mengenang sejarah sekaligus menegaskan peran penting transportasi udara dalam mendukung konektivitas wilayah, mobilitas masyarakat, dan pembangunan daerah.
Salah satu catatan penting dalam sejarah Bandara Betoambari adalah peresmian pertamanya oleh Wakil Presiden Republik Indonesia saat itu, Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Peristiwa tersebut menjadi bagian dari perjalanan sejarah bandara yang tumbuh bersama perkembangan Kota Baubau dan kawasan Kepulauan Buton.
Selama lima dekade, keberadaan Bandara Betoambari memiliki arti penting bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung akses perjalanan dari dan menuju Kota Baubau. Transportasi udara tidak hanya menjadi sarana mobilitas penumpang, tetapi juga berperan dalam membuka akses terhadap berbagai peluang di bidang ekonomi, pariwisata, perdagangan, pendidikan, dan pelayanan publik.
Peringatan 50 tahun ini bukan sekadar penanda perjalanan waktu, melainkan juga kesempatan untuk merefleksikan arti sebuah bandara bagi masyarakat dan wilayah yang dilayaninya. Di tengah perkembangan kebutuhan transportasi dan tantangan konektivitas antardaerah, keberadaan Bandara Betoambari menjadi bagian dari upaya mendukung keterhubungan Kota Baubau dengan wilayah lain di Indonesia.
Memasuki lima dekade perjalanan, Bandara Betoambari diharapkan terus berkembang sebagai simpul transportasi udara yang mengedepankan keamanan, keselamatan, dan pelayanan kepada pengguna jasa. Semangat tersebut menjadi landasan untuk melanjutkan pengabdian serta mendukung pertumbuhan wilayah melalui layanan transportasi udara yang andal.
Lima puluh tahun Bandara Betoambari merupakan bagian dari sejarah perjalanan Kota Baubau dan masyarakat Kepulauan Buton. Dari jejak awal peresmiannya hingga perannya saat ini, Bandara Betoambari membawa harapan untuk masa depan yang semakin terhubung, sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan udara memiliki arti bagi masyarakat, daerah, dan Indonesia.
Bandara Betoambari — 50 Tahun Menghubungkan Perjalanan, Menguatkan Konektivitas, dan Mengantarkan Harapan.
Artikel diperbarui terakhir: 22 October 2026